Wednesday, May 26, 2010

"MARAH KEPADA TUHAN"

Banyak lagu rohani yang liriknya berbicara tentang kebaikan Tuhan.
Memuja Tuhan karena Dia baik; bahkan amat baik. Tentu itu benar.
Namun, kita masih boleh bertanya tentang pernyataan bahwa Tuhan itu
baik. Baik kepada siapa? Tuhan itu dipuji sebagai Allah yang baik,
tetapi baik kepada siapa? Kebanyakan jawabannya adalah: kepada saya.
Lantas, bagaimana jika Tuhan baik kepada orang lain? Bahkan, baik
kepada orang yang menurut kita tak pantas menerima kebaikan Tuhan?

Kisah Yunus menjawabnya, melalui sikap sang nabi itu sendiri. Yunus
marah_marah kepada Tuhan. Yunus tidak dapat menerima bahwa Tuhan
baik kepada Niniwe; kota jahat yang bertobat itu. Malapetaka urung
dijatuhkan. Yunus sungguh kesal, marah, dan protes keras sampai
minta mati (ayat 3,8,9). Namun, Tuhan sabar mengajar Yunus. Pelan-
pelan ia menyadarkan nabi itu. Kisah Yunus mengajar kita tentang
kebaikan Tuhan dalam cakrawala yang lebih lebar. Kebaikan Tuhan
tidak hanya untuk saya, tetapi juga untuk Anda, untuk dia, untuk
mereka. Tuhan itu baik bagi semua orang.

Ingat cerita anak sulung yang marah ketika adiknya si bungsu pulang
disambut bapanya dengan kebaikan (Lukas 15:28)? Itulah gambaran
sikap kebanyakan orang, termasuk orang kristiani. Yakni, kerap
merasa dirinya saja yang layak menerima kebaikan Tuhan. Dan "membuat
daftar" tentang orang-orang yang tak pantas menerima kebaikan Tuhan.
Akibatnya, jika sesama diberkati atau menerima kebaikan di hidupnya,
ia gelisah dan marah. Belajarlah melihat kebaikan Tuhan kepada orang
lain juga, sebab Dia baik kepada semua orang_PAD

SIAPA PUN DAPAT DIGANJAR KEBAIKAN DALAM HIDUP INI KARENA TUHAN ITU BAIK KEPADA SEMUA ORANG

No comments:

Post a Comment