Tuesday, May 25, 2010

"LIDAH API"

Dalam Perjanjian Lama (PL), kita membaca sejumlah peristiwa yang
menampilkan bagaimana api Allah menyambar dari surga. Misalnya dalam
kisah Nabi Elia. Akan tetapi, pada hari Pentakosta setelah kenaikan
Kristus, Roh Kudus juga turun dalam rupa seperti lidah api. Mengapa?

Menurut Life Application Study Bible, lidah mewakili perkataan, yang
dalam hal ini mengacu pada kabar baik yang kelak disebarkan melalui
pemberitaan para murid. Api melambangkan hadirat Tuhan yang
menguduskan. Api-Nya akan "membakar" perkara-perkara di dalam hidup
kita yang tidak diperkenan oleh-Nya. Selanjutnya, api itu akan
mengobarkan hati kita, sehingga kita dapat bersaksi tentang Dia
kepada sesama. Dalam PL, Allah meneguhkan kebenaran Hukum Taurat
dengan menurunkan api di Gunung Sinai (Keluaran 19:16-18). Pada hari
Pentakosta, Allah meneguhkan pelayanan Roh Kudus juga dengan
menurunkan api. Bedanya, dalam PL api itu hanya turun di satu
tempat, adapun api Roh Kudus turun ke atas setiap orang yang
percaya, para pengikut Kristus, hinggap dan memenuhi mereka.

Turunnya Roh Kudus menandai lahirnya gereja: suatu umat yang
dipenuhi oleh Roh Kudus dan mengemban amanat untuk mewartakan kabar
baik Tuhan Yesus Kristus kepada segala bangsa. Lidah api Roh Kudus
mengingatkan kita akan pentingnya kekudusan hidup dalam pemberitaan
Injil. Hadirnya Roh Kudus juga menggenapi janji Kristus bahwa Dia
tidak akan membiarkan kita sendiri, tetapi juga akan menyertai kita
senantiasa. Roh Kudus akan menolong dan memampukan kita mengemban
amanat-Nya tersebut --ARS

TIDAK AKAN ADA KESAKSIAN HIDUP
TANPA ADANYA KEKUDUSAN HIDUP

No comments:

Post a Comment