Sunday, May 30, 2010

LUPA BERTERIMA KASIH

Seorang teman saya memiliki kesukaan unik dalam membaca buku. Ia
paling suka menyimak, apabila ada pada buku yang ia baca, bagian
ucapan terima kasih. Di situ penulis menyebutkan orang-orang yang
turut berjasa dalam mendukung proses penyusunan bukunya. Mungkin
hanya satu paragraf, bisa juga berderet-deret sampai beberapa
lembar. Seorang penulis, misalnya, mengungkapkan rasa terima kasih
kepada istri tercintanya secara berbeda-beda dalam setiap buku yang
ditulisnya.

Membaca bagian itu, ia diingatkan bahwa menulis buku bukanlah hasil
upaya seorang penulis belaka. Banyak pihak lain yang mendukungnya.
Rasanya, begitu juga dengan setiap pencapaian kita, sedikit-banyak
pasti ada sumbangsih orang lain di dalamnya. Untuk itu, sudah
sepatutnya kita berterima kasih kepada mereka, bukan?

Sayangnya, manusia cenderung gampang lupa berterima kasih kepada
sesamanya. Pengalaman juru minuman Firaun hanyalah salah satu
contohnya. Ia mengalami mimpi yang menyusahkan hatinya ketika berada
di penjara. Dengan pertolongan Allah, Yusuf menafsirkan arti
mimpinya, dan mimpinya benar-benar menjadi kenyataan. Namun, setelah
kembali menduduki jabatannya, ia melupakan Yusuf.

Bagaimana kita dapat mengatasi kecenderungan lupa berterima kasih
itu? Tentu dengan membiasakan diri berterima kasih. Nyatakan secara
langsung ketika seseorang berbuat baik kepada Anda. Teleponlah orang
itu, kirimkanlah SMS atau e-mail, tulislah di dinding Facebook-nya,
ceritakan kebaikannya kepada orang lain, atau berdoalah untuknya.
Kreatiflah dalam berterima kasih! --ARS

KITA SELALU BERUTANG KEPADA TUHAN DAN SESAMA
ATAS DUKUNGAN MEREKA BAGI SETIAP PENCAPAIAN KITA

Renungan Harian 30 Mei 2010

No comments:

Post a Comment