Thursday, October 28, 2010

10 Tempat Paling Misterius di Dunia


Anda suka bergelut dengan hal-hal yang berbau misteri?

Artikel ini sangat tepat untuk Anda, di mana 10 tempat paling misterius di dunia akan diulas agar semakin menggelitik rasa penasaran. Mari kita simak sama-sama! :-)

1. Stonehedge

Ini adalah bebatuan yang sangat terkenal di Inggris. Tidak ada yang tahu pasti untuk apakah benda ini sebenarnya. Untuk tempat penyembahan, kuil, ataukah tanda-tanda adanya UFO.

Stone Hedge


2. Moguicheng

Mogui Cheng

Kota Setan menjadi julukan tempat yang terletak di Xinjiang, China, ini. Ada suara-suara aneh yang akan menghampiri Anda entah dari mana asalnya. Jika Anda datang ketika hari sedang cerah dengan angin sepoi-sepoi, maka simaklah suara dentingan gitar yang begitu merdu. Tapi, jika angin kencang datang, akan terdengarlah seperti suara auman singa, tangisan bayi, atau bahkan suara serigala. Nah lo!


3. Segitiga Bermuda

Segitiga Bermuda

Kalau yang satu ini seluruh dunia pasti tahu. Area yang diyakini sebagai pusat wilayah kekuasaan setan. Terletak di barat laut Samudra Atlantik di mana terdapat 7 pulau besar dan 150 pulau karang kecil lainnya. Segitiga Setan ini berkali-kali meminta korban yang melintas di sana. Entah itu pesawat terbang atau kapal laut. Menurut teori, semua peralatan canggih navigasi akan kacau jika melewati area ini sehingga sulit terlacak keberadaannya jika sudah hilang. Apakah benar ini hasil keisengan setan, who knows?


4. Piramida

Piramida

Mesir termasuk negara dengan banyak misteri. Ya, misteri tersebut tersimpan rapat-rapat dalam piramida yang berupa kuburan para Raja Mesir, termasuk Firaun yang kondang dengan arogansinya. Setidaknya, ada 80 buah piramida yang terdapat di wilayah Afrika Utara ini, di sepanjang Sungai Nil.

Masing-masing tingginya mencapai 100 meter yang terdiri dari susunan bebatuan seberat 100 ton untuk satu batu. Batu-batu tersebut disusun tanpa menggunakan semen atau perekat lainnya. Sampai sekarang, legenda tentang piramida belum sepenuhnya jelas karena bercampur antara keyakinan dan juga mitos. Piramida Cheops adalah yang tertinggi di antara lainnya.


5. Moai

Moai

Easter Island terletak di antara Tahiti dan Chile. Menjadi pusat perhatian publik karena adanya patung-patung berbentuk wajah manusia. Masing-masing setinggi 4 meter dan beratnya mencapai 75 ton. Terjadi dari batu vulkanik dan menjadi bukti warisan sejarah masyarakat Rapa Nui. Sulit menjelaskan bagaimana patung-patung ini dibuat dengan teknologi yang ada saat itu. Katanya, ini dibuat oleh UFO. Hmmm, ada-ada saja.


6. Gunkan Jima

Gunkanjima

Sekarang, mari kita melihat sebuah tempat misterius di Negara Sakura, Jepang. Pulau Gunkan Jima terletak di wilayah Nagasaki berjarak sekitar 15 kilometer. Pulau ini dibeli oleh Mitsubishi sebagai tempat penambangan batu bara. Pada 1916, dibangunlah tempat tinggal untuk para pekerja tambang. Lebih dari 4 dekade beroperasi, wilayah ini semakin dipadati penduduk. Ketika minyak menggantikan fungsi batu bara, pihak Mitsubitshi memutuskan untuk menutup tambang dan mengosongkan pulau tersebut.


7. Pulau Tanpa Es di Antartika

Pulau Tanpa Es

Benua Antartika sama sekali tidak berpenghuni dan konon katanya banyak terjadi fenomena misterius, di mana salah satunya ada sebuah pulau yang benar-benar tidak tertutupi es. Ajaib memang jika di area seluas 14 juta kilometer persegi dan diliputi es setebal 4000-an meter masih menyisakan satu wilayah tanpa lapisan putih sedikit pun.


8. Bingbing Bei

Bingbing Bei

Di negara tirai bambu ini, ada sebuah tempat misterius yang terletak di Henan. Orang menyebutnya Bingbing Bei yang berarti punggung atau es. Mengapa demikian? Karena, ketika sebagian besar wilayah China memiliki perubahan musim yang sewajarnya, di Bingbing Bei tidak.

Daerah sebelah barat Provinsi Liaoning ini tidak pernah merasakan kehangatan seperti layaknya. Meskipun sudah waktunya musim panas dengan suhu sekitar 30 derajat Celsius dan matahari bersinar dengan cerah, temperatur di tempat ini tetap -12 derajat, hingga membuat tanah dan air membeku karena hal tersebut.


9. Sungai Air Panas

Sungai Air Panas

Di dekat Reykjavik, terdapat fenomena sungai air panas yang mengundang keheranan mengingat Islandia merupakan negara yang diliputi es. Dan, dari sungai berdiameter 20 meter ini, jika hujan turun, akan memperlihatkan sebuah pemandangan yang bisa membuat dahi berkerut, ada air yang tiba-tiba memancar sampai setinggi 70 meter ke udara.


10. Gerbang Neraka

Gerbang Neraka

Tempat ini terletak di dekat sebuah kota bernama Darvaz di Uzbekistan. Kejadiannya bermula pada sekitar 35 tahun yang lalu. Saat para geologis melakukan pengebordan gas, secara tidak sengaja mereka menemukan sebuah lubang yang dipenuhi gas. Walaupun tidak beracun, tetapi gas tersebut seperti terbakar dan tidak pernah berhenti mengeluarkan api sampai sekarang.


sumber: www.AnneAhira.com

Tuesday, October 26, 2010

5 Tanda Anda Lebih Suka Melajang

Siapa sih orang yang mau melajang terus? Mungkin Anda tidak menyadari, atau tidak memercayainya, tetapi ada orang yang membiarkan dirinya terus melajang dan menikmatinya. Bagaimanapun juga, tidak semua lajang merasa tidak bahagia, atau ingin serius mencari pasangan hidup. Sebagian orang yang lain terjebak dalam kehidupan lajang tanpa tahu bagaimana keluar dari zona tersebut.

Jika Anda sempat merasakan kebahagiaan saat melajang, kehidupan berpasangan terasa kurang menarik karena situasinya sangat berbeda. Banyak perempuan yang kesal karena rencana liburan bersama teman-teman perempuan batal karena teman Anda harus menemani anak yang sakit atau ada keluarga yang harus diurusi. Ini baru salah satu contoh saja.

Kebiasaan melajang ini terlalu ringan untuk dirasakan, sampai akhirnya situasi itu terlalu kuat untuk didobrak. Semakin lama Anda hidup sendiri, semakin kuat perasaan individual ini. Seberapa pun besarnya usaha Anda untuk meyakinkan diri bahwa Anda ingin membina hubungan, dorongan untuk hidup bebas tanpa ikatan tetap muncul. Anda membuat suatu rasionalisasi bahwa kehidupan berpasangan hanya mengurangi kebebasan Anda. Padahal, rasionalisasi ini diciptakan oleh pikiran Anda sendiri untuk membuat kebiasaan melajang Anda tetap berjalan.

Nah, bila Anda mengalami hal-hal di bawah ini, berarti Anda memang mulai kecanduan.

1. Merasa tak ada pria yang cukup baik untuk Anda. Anda selalu menganggap pria yang Anda kenal terlalu tua, terlalu muda, terlalu pas-pasan (gajinya), terlalu "mas-mas" (cara dandannya), terlalu cempreng (suaranya), dan lain sebagainya. Terlalu picky membuat Anda tidak bisa menemukan seseorang karena tidak ada orang yang sempurna. Namun, Anda merasa berhak bersikap picky karena bagaimanapun Anda tak boleh sembarangan menerima pinangan seorang pria.

2. Selalu tertarik pada pria beristri. Jika Anda selalu merasa bahwa satu-satunya orang yang Anda sukai adalah yang tidak memiliki masa depan dengan Anda, artinya Anda punya masalah besar. Anda tidak mungkin menginginkan cinta, tetapi mengejar orang yang tidak mampu memberikan cintanya secara utuh untuk Anda kan? Akhirnya, Anda menikmati saja status sebagai kekasih gelap pria beristri.

3. Menjadi sosialita sepanjang waktu. Anda sengaja mengisi buku agenda dengan banyak acara sosial, dan menghadirinya bersama teman-teman pria ataupun wanita. Anda berharap untuk bisa bertemu seorang pria di ajang-ajang sosial ini. Hal ini tidak akan berhasil karena jauh di lubuk hati sebenarnya Anda tidak benar-benar siap bertemu pria yang memenuhi harapan Anda.

4. Kecanduan bekerja. Kebalikan dari si sosialita tadi, jika Anda kelewat sibuk dengan pekerjaan atau bisnis Anda, Anda tidak akan menyediakan waktu untuk bersenang-senang. Ambisius, atau punya tujuan yang ingin dicapai dalam karier memang baik, tetapi banyak orang yang akhirnya membenamkan diri dalam pekerjaan untuk menghindari keintiman dari hubungan romantis.

5. Bersembunyi. Menghadiri acara-acara kencan kilat atau berkencan lewat dunia maya sebenarnya bukan pilihan para lajang. Sebab, situasinya tidak nyaman. Namun, bersosialisasi dan berkencan dengan pria-pria baru membutuhkan keberanian karena Anda harus keluar dari zona nyaman Anda. Anda tidak ingin melakukan "PR" Anda, tetapi keengganan ini juga menjadi alasan lain untuk menghindari hubungan yang nyata.

Untuk mendobrak kecanduan ini, yang perlu Anda lakukan pertama kali adalah menerima kenyataan bahwa Andalah yang menciptakan problem percintaan Anda sendiri. Kemudian, tanya pada diri Anda sendiri, mengapa Anda begitu takut membina hubungan lagi. Sembuhkan lebih dulu rasa sakit hati yang membuat Anda ragu untuk memasuki hubungan romantis dan terbuka terhadap pengalaman sosial. Terakhir, bayangkan ketika Anda berada dalam hubungan yang sehat. Tidak selamanya hidup berpasangan atau berkeluarga itu tidak menggairahkan, lho.
--

diunduh dari:
KOMPAS.com

Saturday, October 16, 2010

Apa sih sebenarnya Kebahagiaan itu?

"The purpose of our lives is to be happy. Happiness is not something ready made. It comes from your own actions."- Dalai Lama

Berbicara tentang kebahagiaan, apakah Anda sudah benar-benar memahami arti dan maknanya? Kita banyak menggunakan kata-kata seperti bahagia, nikmat, senang, tawa, kepuasan dan lain sebagainya. Apa perbedaaannya? Nikmat, senang, tawa, rasa puas itu bisa dinyalakan dan dimatikan, tetapi kebahagiaan itu selalu ada – walaupun kita sedang merasakan emosi-emosi yang lain. Happiness is a condition of my being – it stays with me while I am experiencing emotions. Paradigma yang salah tentang kebahagiaan adalah paradigma “Saya akan bahagia ketika ”, seperti:
  • Saya akan bahagia ketika saya punya pengasilan lebih besar
  • Saya akan bahagia ketika saya tenar 
  • Saya akan bahagia ketika saya menemukan belahan jiwa
  • Saya akan bahagia ketika saya memiliki lebih banyak teman
  • Saya akan bahagia ketika saya lebih kurus 
  • Saya akan bahagia ketika saya tinggal di tempat lain
  • Dll.
Kita mengafilisiasikan kebahagiaan dengan hal-hal eksternal, sesuatu yang datang dari luar diri kita sendiri. Dalam bukunya ‘Happy for No Reason’, Marci Schimoff menjelaskan sebuah kontinuum kebahagiaan:

Jadi, ketika kita bahagia maka pikiran dan jiwa kita itu tenang. Bahwa kebahagiaan itu datang dari dalam diri kita dan bukan dari luar diri kita sendiri. Bahwa kita hidup bukan untuk kebahagiaan, tetapi hidup dari kebahagiaan. Ini mungkin sebabnya 94% masyarakat Indonesia itu memiliki depresi (baik ringan maupun berat), karena kita belum memahami dengan benar konsep dan arti dari kebahagiaan itu sendiri. Kita masih sangat bergantung dengan hal-hal eksternal untuk membuat kita bahagia.


Ketika kita sadar bahwa kebahagiaan itu datang dari dalam, maka kita memiliki kontrol dan tanggung jawab atas kebahagiaan kita sendiri. Belajar untuk memiliki rasa tanggung jawab untuk membuat diri kita sendiri bahagia menjadi sebuah aset dan kapasitas yang sangat besar nilainya baik untuk individu itu sendiri tetapi juga untuk organisasi tersebut. Bayangkan bagaimana kinerja perusahaan Anda ketika setiap orang dari staf Anda bertanggung jawab atas kebahagiaan mereka sendiri dan kemudian menjadi staf-staf yang bahagia? Orang-orang yang ‘bahagia’ bukan orang-orang yang tidak memiliki masalah, tantangan maupun kesedihan, tetapi mereka memiliki cara pandang dan kebiasaan-kebiasaan tertentu yang membuat hal-hal tersebut mudah diatasi dan tidak mengganggu kualitas hidupnya. Ketika mewawancarai 100 orang yang ‘bahagia tanpa alasan apapun’, Marci Schimoff menemukan bahwa walaupun orang tersebut menghadapi kanker, anaknya yang baru dibunuh, suami yang memiliki ketergantungan minuman keras ataupun lumpuh pun bisa ‘bahagia’. Tidak hanya itu, merekapun sangat berkontribusi dan bermanfaat bagi lingkungannya. Inilah ketika mereka menjadi manusia-manusia yang paling produktif, karena mereka tidak hanya hanya ‘bahagia’ tetapi juga fokus kepada suatu tujuan.

Melayani = Menyebarkan Budaya Bahagia

“Our business is to be happy.” – Dalai Lama

Apa sih sebenarnya definisi melayani?

Oh, Anda bisa mencarinya di berbagai buku, situs internet dan mewawancarai berbagai pakar layanan.


Dan tentunya tidak ada definisi yang benar maupun salah. Ketika beberapa institusi atau orang masih mendefinisikannya dengan memberikan layanan yang terbaik untuk membuat pengalaman yang tak terlupakan sehingga seorang pelanggan itu puas, bukankah ini berarti bahwa layanan adalah bisnis atau usaha untuk membuat orang lain bahagia? Ketika melayani adalah membuat orang lain bahagia, coba lihat pertanyaan-pertanyaan berikut:  Adakah satu cara saja untuk membuat orang lain bahagia?  Bisakah sesuatu yang sangat sederhana, seperti sebuah senyum membuat orang lain bahagia?  Bisakah kita membuat orang lain bahagia ketika kita sendiri tidak bahagia?  Bisakah kita tulus ketika kita sendiri tidak bahagia? Di dalam dunia layanan, kita selalu mendengar ‘melayani dengan setulus hati’.

Pertanyaannya, bagaimana Anda bisa mengajarkan seseorang untuk tulus?

Bagaimana mengajarkan atau mengharapkan seseorang untuk tersenyum tulus ketika hatinya sedang tidak tentram? Dan menurut Anda, bila tersenyum dengan tulus saja masih sulit, mampukah Ia mendengarkan orang lain, mengatasi masalah, membuat solusi, menjadi kreatif dan membuat orang lain puas dan senang?

Tetapi, ketika seseorang itu hatinya tenang dan tentram, bukankah otomatis Ia akan tersenyum dengan tulus, jauh lebih antusias dalam melakukan pekerjaan apapun dan kreatif dalam memecahkan masalah?

Seperti kata Dalai Lama, “Bisnis kita adalah untuk menjadi bahagia.”


Melayani saat ini bukan saja sekedar ketrampilan dan pengetahuan tentang bagaimana melayani, seperti senyum, sapa dan salam saja. Tetapi, melayani adalah komitmen untuk menjadikan diri sendiri bahagia terlebih dahulu dan kemudian menyebarkannya kepada lingkungan dan dunia. Baru setelah itu, berbagai ketrampilan dan pengetahuan bisa dipupuk dengan lebih efektif dan efisien. Komitmen ini yaitu menjadikan ‘bahagia’ sebagai kebiasaan atau gaya hidup kita sehari-hari, menjadikannya budaya. Karena ‘bahagia’ seperti ‘layanan’ adalah sebuah sikap dan ketrampilan hidup; ketika kita tidak mengaplikasikannya setiap hari dan menjadikannya kebiasaaan dan budaya dalam aktifitas sehari-hari, maka tidak bisa menggantikan kebiasaan-kebiasaan lama kita yang tidak mendukung kualitas hidup yang terbaik.

Di Synergy, definisi melayani yang kami sebarkan adalah “bermanfaat untuk orang lain” – dimana seseorang hanya bisa mulai ‘bermanfaat bagi orang lain’ maupun lingkungannya ketika:
(i) Ia bahagia
(ii) Ia memiliki arah/tujuan mulia yang jelas (a sense of purpose).
Kombinasi ini adalah dimana seseorang menjadi sangat produktif. Karena, bila seseorang hanya bahagia tetapi tanpa arah, maka Ia akan menjadi puas dengan diri sendiri (complacent) dan tidak akan bergerak kemana-mana ataupun lebih cepat.

Dan kebalikannya, bila memiliki arah/tujuan tetapi saat ini tidak bahagia, maka Ia akan memakan waktu yang lama untuk mencapai tujuan tersebut. Zappos sudah menjadi bukti yang terbaik untuk hal ini. Zappos, sebuah perusahaan yang memiliki komitmen sangat tinggi terhadap layanan dan telah melewati berbagai tantangan dengan sukses pun mengatakannya dengan sangat baik dalam buku yang dituliskan oleh CEO-nya Tony Hsieh, yaitu
Delivering Happiness: A Path to Profits, Passion, and Purpose ...”


Anda bisa melihat dan merasakan sendiri budaya perusahaan dan keluarganya yang sangat ‘bahagia’ ini dari blognya di http://blogs.zappos.com/blogs/zappos-family dimana tagline-nya adalah “Blog, Fun & A Little Weird”. Mereka benar-benar membuat orang lain ingin menjadi bagian dari ‘keluarga’ tersebut.




5 PENGETAHUAN BARU TENTANG PRODUKTIVITAS

1. Produktivitas akan mengalami perbedaan dari hari ke hari.

Ini normal.
Di era Industri, produksi dan output bisa dijadwalkan dengan mudah. Contohnya, kalau Anda tahu besok pabrik buka selama X jam, maka Anda akan memproduksi Y produk. Tetapi untuk knowledge workers, kita tidak pernah tahu di hari sebelumnya bila besok:
Anda akan memiliki ide yang sangat luar biasa yang akan memotong waktu pekerjaan untuk diri Anda dan tim Anda selama seminggu. Anda akan bekerja sangat padat selama 12 jam. Atau, duduk di depan komputer selama 8 jam bengong.  Menemukan sebuah kesalahan/krisis yang membutuhkan berhari-hari untuk mengatasinya. Variasi ini normal, walaupun bisa menjadi sedikit frustrasi ;) Tetapi, ini juga memberitahukan Anda bahwa Anda sebaiknya tidak menilai produktivitas Anda dari banyaknya hasil yang Anda capai setiap harinya, tetapi dari hasil rata-rata dalam jangka waktu beberapa hari.


2. Bekerja lebih banyak jam, lebih sedikit yang diselesaikan.

Oh ya? Setiap kali Anda merasa Anda merasa harus lembur untuk catch up – mengejar ketinggalan Anda, jangan! Ingat hal-hal ini:  Kesalahan meningkat sebanyak 10% setelah bekerja 8 jam dan 28% setelah bekerja 10 jam.  Produktivitas menurun setengahnya setelah 8 jam bekerja. Apa yang terjadi? Biaya untuk lembur menjadi tidak efektif karena membutuhkan 2 kali lebih lama untuk menyelesaikan pekerjaan yang sama.
**Anda bisa mempelajarinya lebih lanjut di sini http://www.ewin.com/arch/overwk.htm


3. Bekerja lebih keras berarti menyelesaikan lebih sedikit.

Di era Industri, meningkatkan usaha berarti meningkatkan produktivitas. Sayangnya ini tidak bisa disamakan di masa sekarang. Anda tidak bisa memaksakan kreatifitas, pengucapan yang indah, penulisan yang menarik, cara berpikir yang jernih ataupun belajar dengan cepat. Malah, bekerja lebih keras malah membalikkan efeknya sehingga lebih sedikit yang bisa diproduksi.


4. Menunda bisa menjadi sesuatu hal yang baik.

Ketika Anda memiliki to-do-list A, B, C, D, E, banyak yang mengatakan kita harus melakukannya sesuai dengan prioritas urgensi. Sayangnya knowledge workers tidak bekerja seperti itu. Terkadang kita sedang mood untuk melakukan A karena mudah dan lebih menyenangkan. Terkadang juga A sangat tidak menyenangkan dan untuk memaksakan diri Anda untuk mengerjakannya rasanya seperti ingin memotong tangan sendiri. Anda tetap harus menyelesaikannya, hanya Anda harus menjadi sangat pandai dalam menjadwalkan waktu, rileks dan istirahat, dibandingkan memaksa diri Anda melakukan sesuatu ketika Anda sedang lelah, penat, sedih maupun emosi. Dan yang terakhir… dan yang terpenting adalah…

5. Happiness is the ultimate productivity enhancer!

Kebahagiaan adalah pemerkuat produktivitas yang terbaik. Apa? KEBAHAGIAAN? Yes!

“Penelitian menunjukkan secara konsisten bahwa perusahaan yang bahagia jauh lebih produktif, kreatif dan fokus kepada layanan dibandingkan perusahaan lain. Artinya, perusahaan yang bahagia akan terus mengalahkan perusahaan-perusahaan yang tidak happy. Masa depan bisnis adalah happy! Ini tidak dapat dipungkiri lagi!” - Alexander Kjerulf Aha!

Jadi kuncinya ada di… kebahagiaan.


Source: http://positivesharing.com/2010/02/5-new-rules-of-productivity/


Buktinya Apa?
Berbagai penelitian sudah dilakukan dalam hubungan antara kebahagiaan dan produktifitas. Salah satu yang paling sederhana dilakukan oleh Daniel Sgroi. Penelitian yang dilakukan oleh Daniel Sgroi, hanya dengan menonton video komedi selama 10 menit sebelum melakukan beberapa aktifitas yang bisa diukur produktifitasnya, terbukti bahwa produktifitas bisa meningkat sebanyak 10%. Daniel Sgroi melakukan penelitiannya terhadap 276 pelajar dari University of Warwick.

Cara mengukur produktifitasnya adalah melakukan problem matematika sederhana, sebanyak-banyaknya dalam waktu 10 menit, lalu matematika level GMAT selama 5 menit. Figur 1. Level kebahagiaan Figur 2. Produktifitas.




Berdasarkan survey, bagi orang-orang yang menonton video komedi, tingkat kebahagiannya meningkat sebanyak 0.99 poin dalam skala 1-7 (Figur 1). Dan mereka yang menonton video komedi, tingkat produktifitasnyapun meningkat sebanyak 10.49%. Source: http://www.voxeu.org/index.php?q=node/5343


Apa Manfaat Kebahagiaan di Tempat Kerja?
“It’s not just only business it is the process how we could bring happiness for all of customer and people around us.”Tony Hsieh


Berikut adalah 10 alasan mengapa kebahagiaan di tempat kerja adalah alasan nomor 1 untuk meningkatkan produktifitas, seperti yang dijabarkan oleh Alexander Kjerulf:


1: Orang-orang yang bahagia bekerja lebih baik dengan orang lain Mereka akan lebih menyenangkan dalam bergaul dan tentunya akan memiliki hubungan yang lebih baik dengan orang lain. Ini akhirnya:  Kerjasama yang lebih baik  Hubungan yang lebih baik dengan bawahan (bila manager/supervisor)  Pelanggan yang lebih puas (bila di bidang jasa)  Meningkatnya penjualan (bila di bidang penjualan)

2: Orang-orang yang bahagia lebih kreatif Ketika produktifitas perusahaan Anda sangat
tergantung dengan adanya ide-ide baru, orang-orang di perusahaan Anda harus bahagia. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Teresa Amabile, ia mengatakan “ketika orang-orang dalam mood yang baik di hari apapun, mereka akan lebih memiliki ide-ide yang kreatif hari itu dan hari keesokannya.” Sepertinya ada proses cognitive yang terjadi ketika orang merasakan rasa senang yang menjadikannya lebih fleksibel, lebih lancar berbicara dan memiliki pikiran-pikiran yang original. Lalu kemudian masih terbawa ke keesokan harinya.

3: Orang-orang yang bahagia memperbaiki masalah dan bukan mengeluh tentang masalah Ketika Anda tidak bahagia, maka kerikil pun terlihat seperti gunung. Menjadi sangat sulit untuk memperbaiki masalah atau menemukan solusi-solusinya tanpa mengeluh terlebih dahulu. Ketika Anda bahagia di tempat kerja – tidak ada pilihan lain tetapi langsung mencari jalan keluarnya.

4: Orang-orang yang bahagia memiliki lebih banyak energi Orang-orang yang bahagia memiliki lebih banyak energi dan tentunya lebih efisien dalam melakukan segala hal.

5: Orang-orang yang bahagia lebih optimis Orang-orang yang bahagia memiliki cara pandang yang lebih positif dan optimis. Penelitan pun menemukan (terutama penelitian oleh Martin Seligman di bidang positive psychology) bahwa orang-orang yang optimis jauh lebih sukses dan produktif. Seperti yang dikatakan “ketika Anda percaya bahwa Anda bisa atau tidak bisa, Anda benar!”

6: Orang-orang yang bahagia lebih termotivasi Motivasi yang rendah berarti produktifitas yang rendah. Dan satu-satunya cara untuk termotivasi secara konsisten adalah dengan menjadi bahagia. Dan ini sebabnya motivasi dengan memberikan uang/makanan/hadiah tidak memiliki dampak yang besar dan lama.

7: Orang-orang yang bahagia tidak sering sakit Sakit adalah pembunuh produktifitas. Dan ketika Anda tidak bahagia terutama menikmati pekerjaan Anda, maka Anda akan lebih mudah terkena penyakit, termasuk maag, kanker, diabetes dan jantung. Anda pun akan lebih cepat stres dan lelah.

8: Orang-orang yang bahagia belajar lebih cepat Ketika Anda senang, bahagia dan rileks, maka Anda akan lebih terbuka untuk mempelajari hal-hal baru di tempat kerja dan akhirnya meningkatkan produktifitas.


9: Orang-orang yang bahagia tidak terlalu khawatir tentang membuat kesalahan – dan akhirnya melakukan kesalahan lebih sedikit Ketika Anda bahagia, sekali-kali melakukan kesalahan tidak akan terlalu mengganggu Anda. Anda akan cepat bangkit dari kesalahan tersebut, belajar dari hal tersebut dan maju kembali. Anda juga akan lebih mudah mengakui kesalahan Anda ke orang lain – mengambil tanggung jawab atas hal tersebut, meminta maaf dan kemudian memperbaikinya. Sikap yang rileks ini menjadikan seseorang untuk melakukan lebih sedikit kesalahan dan lebih belajar dari kesalahan tersebut.

10: Orang-orang yang bahagia membuat keputusan yang lebih baik Orang-orang yang tidak bahagia biasanya selalu dalam krisis. Fokus mereka menjadi lebih sempit dan sulit untuk melihat gambaran besarnya. Biasanya langsung masuk ke survival insticts dan keputusan yang ada hanya untuk jangka pendek. Kebalikannya, orang-orang yang bahagia lebih bisa mengambil keputusan berdasarkan informasi yang lebih baik dan juga lebih pandai dalam memprioritaskan pekerjaan mereka.

Source: http://positivesharing.com/2007/03/top-10-reasons-why-happiness-at-work-is-the-