Sunday, May 30, 2010

"Tetapkan Tujuan Hidup"

Ini adalah artikel kedua dari Anne Ahira buatku,,


Ana,

"Without goals, and plans to reach them, you are
like a ship that sail with no destination" --
(Fritzhugh Dodson)

Itulah perumpamaan bagi orang yang tidak punya
tujuan dalam hidupnya.

Banyak orang melakoni perannya, tapi tidak tahu
arah hidup yang ingin ditujunya. Mereka-reka hidup
adalah apa yang kemudian dilakukannya.

Bila sesuatu hal buruk terjadi, mereka akan berdalih
nasib tak berpihak padanya.

Tidak jarang seseorang baru menyadari tujuan
hidupnya pada usia tua. Sangat disayangkan memang.

Seringkali orang tidak berani melakukan perubahan
dalam hidupnya. Dia hanya menunggu, dan menunggu
adanya perubahan tersebut... hingga akhirnya tujuan
hidupnya tidak tercapai!

Sebenarnya, tidak masalah jika kita harus mengubah
tujuan hidup beberapa kali. Hal yg terpenting adalah
setiap saat kita mempunyai tujuan hidup yang ingin
dicapai.

Setidaknya kita tahu ke mana kita akan berjalan dan
strategi apa yang harus diambil.

4 Cara Yang Bisa Ana Pakai Untuk Menetapkan
Tujuan Hidup:

1. Apa sebenarnya keinginan Ana?

Tanyakan pada hati nurani, apa sebenarnya
keinginan Ana untuk beberapa tahun ke depan?

Tidak ada salahnya Ana bermimpi. Ana
tidak perlu malu mengakuinya, lagipula, tokh tidak
ada biaya yang harus Ana keluarkan untuk
sekedar bermimpi. ;-)

2. Kumpulkan informasi.

Dengan mengumpulkan informasi, Ana
bisa lebih mudah mencapai tujuan yang diinginkan.

Jika ada orang lain yang sudah berhasil melakukan
yang Ana inginkan, belajarlah dari mereka.
Lakukan apa yang mereka kerjakan!

3. Jangan diam.

Lakukan sesuatu dan secara terus menerus yang akan
membawa Ana pada impian hidup yang diinginkan!

4. Tingkatkan kemampuan

Jika ada cara yang Ana lakukan terbukti efektif
dan mendekatkan pada tujuan yang ingin dicapai,
maka alangkah baiknya jika Ana berusaha untuk
meningkatkan kemampuan dan menambah kecepatan
kinerja agar tujuan hidup Ana lebih cepat tercapai.

Jika keempat hal di atas Ana lakukan secara terus
menerus tanpa lelah dan bosan, Insya-Allah Ana
akan mendapatkan tujuan hidup yang diinginkan.

Ana ibaratnya adalah seorang 'pemahat' atas
gambaran kehidupan Ana sendiri. Dan seorang
pemahat yang baik akan selalu memiliki 'planning'
terlebih dahulu untuk mendapatkan hasil yang
terbaik.

Dalam hal ini, Ana pun hanya bisa sebesar dan
sebahagia sebagaimana tujuan yang telah Ana
tentukan. Oleh sebab itu, pahatlah diri Ana
sebaik-baiknya!

Thanks...

Hargai Apa Yang Kita Miliki


Ini adalah artikel yang dikirimkan oleh Anne Ahira untukku,,


Ana,
Pernahkah Ana mendengar kisah Helen Kehler?
Dia adalah seorang perempuan yang dilahirkan
dalam kondisi buta dan tuli.

Karena cacat yang dialaminya, dia tidak bisa
membaca, melihat, dan mendengar. Nah, dlm
kondisi seperti itulah Helen Kehler dilahirkan.

Tidak ada seorangpun yang menginginkan
lahir dalam kondisi seperti itu. Seandainya
Helen Kehler diberi pilihan, pasti dia akan
memilih untuk lahir dalam keadaan normal.

Namun siapa sangka, dengan segala
kekurangannya, dia memiliki semangat hidup
yang luar biasa, dan tumbuh menjadi seorang
legendaris.

Dengan segala keterbatasannya, ia mampu
memberikan motivasi dan semangat hidup
kepada mereka yang memiliki keterbatasan
pula, seperti cacat, buta dan tuli.

Ia mengharapkan, semua orang cacat seperti
dirinya mampu menjalani kehidupan seperti
manusia normal lainnya, meski itu teramat sulit
dilakukan.

Ada sebuah kalimat fantastis yang pernah
diucapkan Helen Kehler:

"It would be a blessing if each person
could be blind and deaf for a few days
during his grown-up live. It would make
them see and appreciate their ability to
experience the joy of sound".


Intinya, menurut dia merupakan sebuah anugrah
bila setiap org yang sudah menginjak dewasa
itu mengalami buta dan tuli beberapa hari saja.

Dengan demikian, setiap orang akan lebih
menghargai hidupnya, paling tidak saat
mendengar suara!

Sekarang, coba Ana bayangkan sejenak....

......Ana menjadi seorang yang buta
dan tuli selama dua atau tiga hari saja!

Tutup mata dan telinga selama rentang waktu
tersebut. Jangan biarkan diri Ana melihat
atau mendengar apapun.

Selama beberapa hari itu Ana tidak bisa
melihat indahnya dunia, Ana tidak bisa
melihat terangnya matahari, birunya langit, dan
bahkan Ana tidak bisa menikmati musik/radio
dan acara tv kesayangan!

Bagaimana Ana? Apakah beberapa hari cukup berat?
Bagaimana kalau dikurangi dua atau tiga jam saja?

Saya yakin hal ini akan mengingatkan siapa saja,
bahwa betapa sering kita terlupa untuk bersyukur
atas apa yang kita miliki. Kesempurnaan yang ada
dalam diri kita!

Seringkali yang terjadi dalam hidup kita adalah
keluhan demi keluhan.... Hingga tidak pernah
menghargai apa yang sudah kita miliki.

Padahal bisa jadi, apa yang kita miliki merupakan
kemewahan yang tidak pernah bisa dinikmati
oleh orang lain. Ya! Kemewahan utk orang lain!

Coba Ana renungkan, bagaimana orang yang
tidak memiliki kaki? Maka berjalan adalah sebuah
kemewahan yang luar biasa baginya.

Helen Kehler pernah mengatakan, seandainya ia
diijinkan bisa melihat satu hari saja, maka ia yakin
akan mampu melakukan banyak hal, termasuk
membuat sebuah tulisan yang menarik.

Dari sini kita bisa mengambil pelajaran, jika kita
mampu menghargai apa yang kita miliki, hal-hal
yang sudah ada dalam diri kita, tentunya kita akan
bisa memandang hidup dengan lebih baik.

Kita akan jarang mengeluh dan jarang merasa susah!
Malah sebaliknya, kita akan mampu berpikir positif
dan menjadi seorang manusia yang lebih baik.


Thanks ya buat artikelnya,,
dengan artikel ini,,
aku sadar betapa aku sangat bersyukur dengan yang aku punya saat ini,
sekalipun masih banyak yang menghambat perjalanannku,
tapi ini tak membuatku menjadi putus asa dan selalu mengeluh..
aku semakin mengerti betapa berharganya setiap apa yang aku lakukan dalam hidup ini,...

skali lagi thanks banget buat artikelnya...

LUPA BERTERIMA KASIH

Seorang teman saya memiliki kesukaan unik dalam membaca buku. Ia
paling suka menyimak, apabila ada pada buku yang ia baca, bagian
ucapan terima kasih. Di situ penulis menyebutkan orang-orang yang
turut berjasa dalam mendukung proses penyusunan bukunya. Mungkin
hanya satu paragraf, bisa juga berderet-deret sampai beberapa
lembar. Seorang penulis, misalnya, mengungkapkan rasa terima kasih
kepada istri tercintanya secara berbeda-beda dalam setiap buku yang
ditulisnya.

Membaca bagian itu, ia diingatkan bahwa menulis buku bukanlah hasil
upaya seorang penulis belaka. Banyak pihak lain yang mendukungnya.
Rasanya, begitu juga dengan setiap pencapaian kita, sedikit-banyak
pasti ada sumbangsih orang lain di dalamnya. Untuk itu, sudah
sepatutnya kita berterima kasih kepada mereka, bukan?

Sayangnya, manusia cenderung gampang lupa berterima kasih kepada
sesamanya. Pengalaman juru minuman Firaun hanyalah salah satu
contohnya. Ia mengalami mimpi yang menyusahkan hatinya ketika berada
di penjara. Dengan pertolongan Allah, Yusuf menafsirkan arti
mimpinya, dan mimpinya benar-benar menjadi kenyataan. Namun, setelah
kembali menduduki jabatannya, ia melupakan Yusuf.

Bagaimana kita dapat mengatasi kecenderungan lupa berterima kasih
itu? Tentu dengan membiasakan diri berterima kasih. Nyatakan secara
langsung ketika seseorang berbuat baik kepada Anda. Teleponlah orang
itu, kirimkanlah SMS atau e-mail, tulislah di dinding Facebook-nya,
ceritakan kebaikannya kepada orang lain, atau berdoalah untuknya.
Kreatiflah dalam berterima kasih! --ARS

KITA SELALU BERUTANG KEPADA TUHAN DAN SESAMA
ATAS DUKUNGAN MEREKA BAGI SETIAP PENCAPAIAN KITA

Renungan Harian 30 Mei 2010

"KITAB YANG MELEMAHKAN"

Bagi para motivator atau pengajar di seminar-seminar pengembangan
diri, yang selalu menekankan pentingnya berpikir positif, bersikap
positif, dan berperasaan positif, Kitab Pengkhotbah bisa jadi
dianggap sebagai kitab yang "melemahkan". Betapa tidak, salah satu
kata yang paling kerap disebut dalam kitab ini adalah "sia-sia".
Judul-judul perikopnya juga seolah-olah menggambarkan kemuraman
hidup. Contohnya: "Segala sesuatu sia-sia", "Ketidakadilan dalam
hidup", "Kesia-siaan dalam hidup", "Kesia-siaan kekayaan", dan
"Nasib semua orang sama".

Ya, sekilas Pengkhotbah tampak sebagai kitab yang pesimistis.
Seumpama warna, bukan biru, merah, atau kuning cerah, tetapi abu-abu
gelap. Akan tetapi, benarkah demikian? Sebetulnya tidak juga. Sebab
yang hendak diungkapkan Pengkhotbah adalah kefanaan hidup di dunia
ini; bahwa dunia dan segala isinya akan berlalu. Penyadaran ini
tentu sangat penting, sebab banyak orang yang tanpa sadar ingin
hidup selama-lamanya di dunia ini; menumpuk kekayaan tanpa kenal
batas, mengejar ilmu tanpa kenal henti.

Bukan berarti itu semua tidak penting. Akan tetapi, ada yang jauh
lebih penting. Yakni "takutlah akan Allah dan berpeganglah pada
perintah-perintah-Nya" (ayat 13). Kekayaan dan pengetahuan di dunia
ini akan sia-sia belaka jika tidak diiringi oleh sikap takut akan
Allah dan terlepas dari perintah-perintah-Nya. Artinya bagi kita,
dalam kita bekerja mencari nafkah ataupun belajar menuntut ilmu,
baiklah kita melakukannya dengan sikap hormat terhadap Allah. Hanya
dengan demikian harta yang kita dapat dan pengetahuan yang kita
peroleh akan berarti --AYA

TANPA DISERTAI SIKAP HORMAT TERHADAP ALLAH
KEKAYAAN DAN PENGETAHUAN AKAN SIA-SIA

Renungan Harian 29 Mei 2010

"ALTRUISTIS"

Gajah Mada terkenal dengan Sumpah Palapa yang ia ucapkan. Ia tidak
akan makan buah Palapa sebelum nusantara dipersatukan. Tentu saja
maksudnya bukanlah makan buah Palapa secara harfiah. Sumpah itu
berasal dari sebuah tekad bahwa ia tidak akan bersenang-senang
sebelum cita-cita mempersatukan nusantara tercapai. Gajah Mada
bertekad melupakan kepentingan diri sendiri untuk mengerjakan
sesuatu yang besar bagi negerinya.

Musa adalah orang yang mengutamakan umat yang dipimpinnya lebih dari
diri sendiri. Dalam doanya kepada Tuhan, ia rela kehilangan namanya
di buku kehidupan. Terhapusnya nama Musa bisa berarti kebinasaan
baginya. Namun, ia rela asal Tuhan mengampuni umat Israel yang telah
berdosa kepada Tuhan. Musa melupakan dirinya dan mengutamakan orang
yang dipimpinnya. Dengan sukarela ia mengambil risiko yang besar
untuk kepentingan Israel, yaitu menukarkan keselamatannya dengan
keselamatan Israel. Luar biasa. Sebagai pemimpin, ia justru
menempatkan kepentingannya di belakang kepentingan orang yang
dipimpinnya.

Kebesaran jiwa seperti Musa adalah sebuah watak mulia yang perlu
dimiliki setiap orang kristiani. Manusia pada dasarnya adalah
makhluk yang mementingkan diri sendiri. Ketika seseorang mulai
keluar dari pikiran mementingkan diri sendiri kemudian belajar untuk
berjuang demi kepentingan orang lain, ia adalah orang yang "besar".
Sesungguhnya, jika hari ini kita mulai belajar menerapkan prinsip
mengutamakan orang lain, dunia ini akan semakin dipenuhi manusia-
manusia berjiwa besar --DBS

SEORANG YANG BERJIWA BESAR
ADALAH IA YANG BELAJAR BERJUANG BAGI SESAMANYA

Renungan Harian 28 Mei 2010

Thursday, May 27, 2010

Air Terjun Niagara Dari Masa Ke Masa

Sekilas tentang Air Terjun Niagara:

Niagara adalah air terjun besar di sungai Niagara yang berada di garis perbatasan internasional antara negara bagian Amerika Serikat New York dengan provinsi Kanada Ontario. Air terjun ini berjarak sekitar 17 mil (27 km) sebelah utara barat laut dari Buffalo, New York dan 75 mil (120 km) tenggara Toronto, Ontario.

Niagara adalah nama kelompok dari tiga. Ketiga air terjun tersebut adalah air terjun Horseshoe (terkadang disebut sebagai air terjun Kanada), air terjun Amerika, dan yang lebih kecil yakni air terjun Bridal Veil yang dipisahkn oleh sebuah pulau Luna Island dari air terjun utama.

Meski tidak terlalu tinggi, Niagara merupakan air terjun yang sangat lebar dan terpopuler di dunia. Lebih dari 6 juta kaki kubik (168.000 m3) air per menit dijatuhkan dan ini merupakan air terjun yang paling kuat di Amerika Utara.

Niagara Falls yang terkenal baik untuk keindahan dan sebagai sumber berharga listrik tenaga air. Mengelola keseimbangan antara rekreasi, komersial, dan industri telah menggunakan sebuah tantangan bagi para pelayan yang jatuh sejak tahun 1800-an.

Puncak jumlah pengunjung terjadi di musim panas, ketika air terjun Niagara menjadi daya tarik baik siang dan malam hari. Dari sisi Kanada, lampu sorot menerangi kedua sisi air terjun selama beberapa jam setelah gelap (sampai tengah malam). Jumlah pengunjung pada tahun 2008 diperkirakan akan mencapai 20 juta dan pada tahun 2009, laju tahunan diharapkan ke atas 28 juta wisatawan setahun. Tertua dan paling terkenal atraksi wisata di air terjun Niagara adalah kapal pesiar Maid of the Mist, nama untuk sebuah mitos India kuno Ongiara, yang telah membawa penumpang ke dalam pusaran air di bawah Falls sejak 1846. Kapal pesiar beroperasi dari dermaga perahu di kedua sisi air terjun.

Benarkah Air Terjun Niagara Benar-Benar Pernah Beku ?
Untuk sekedar informasi, air terjun niagara membawa 212.000 kaki kubik air perdetiknya. Kedalaman rata-rata sungai Niagara adalah sekitar 16 kaki, dengan kecepatan arus 6 sampai 8 mil per jam.
Jawabannya, air terjun Niagara tidak benar-benar beku total. Sekitar 6 kaki dibawah permukaan esnya air masih mengalir.sumber

Tapi tetap saja fenomena bekunya air terjun Niagara menjadi primadona tersendiri bagi sejarah ilmu pengetahuan dunia. Betapa tidak, air terjun yang perkasa itu ternyata pernah dikalahkan oleh dinginnya suhu dunia.
Dan tetap saja, foto-foto yang ditemukan pada era sebelum perang dunia kedua ini, menjadi bukti otentik yang langka, yang menjadi saksi abadi betapa dinginnya suhu dunia pada saat itu.

Lokasi Niagara:

Fakta Unik

FYI:

Air terjun Niagara memang bukan yang terbesar di dunia karena sebenarnya masih kalah jika dibanding air terjun Victoria Falls di Afrika Selatan. Kalau ditanya kenapa air terjun Niagara lebih terkenal dibanding air terjun Victoria? Jawabnya gampang saja : ya karena Niagara terletak di Amerika. Maka satu hal lagi memberi bukti kepada kita bahwa kebesaran suatu negeri atau bangsa akan membawa implikasi pada hal-hal lainnya yang sebenarnya kurang besar menjadi “tampak seperti” paling besar.

Dari total debit air sungai Niagara yang dapat mencapai sekitar 45 juta gpm (10,2 milyar liter/detik), sebenarnya hanya sebagian saja dari total airnya yang mengalir membentuk air terjun. Kendati demikian toh tetap saja suara gemuruh grojogan Niagara seperti hendak menerjang dan menelan apa saja yang ada di hadapannya.

Niagara terbukti memang sudah pernah menelan orang-orang nekat. Menurut catatan, paling tidak pernah ada 16 orang nekat yang diketahui terjun bersama air dengan menggunakan tong kayu atau peralatan lainnya. Enam di antaranya meninggal dan sepuluh lainnya berhasil selamat. Dua orang yang tercatat selamat adalah Annie Telson Taylor pada tahun 1901 dan sebelumnya Sam Patch pada tahun 1829, meskipun akhirnya Sam Patch juga meninggal dengan kenekatannya ketika terjun di air terjun berbeda, Genesee Falls, di Rochester.

Tahun 1961, William Fitzgerald melakukan hal yang sama, dan begitu muncul selamat ke permukaan air langsung digiring polisi dan ditahan karena saat itu sudah ada peraturan yang melarang tindak petualangan di seputar air terjun Niagara.

Tahun 1896

Tahun 1911 (mengalami pembekuan)
Tahun 1985
Tahun 2003
Tahun 2005
Tahun 2010

Keindahan Niagara Yang Lain

Puisi BJ Habibie utk almarhum istrinya

Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu.

Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya,

dan kematian adalah sesuatu yang pasti,

dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu.


Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat,

adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang, sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati, hatiku seperti tak di tempatnya, dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi.

Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang.

Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang,

Wednesday, May 26, 2010

4 Jenis Mahasiswa, Anda Termasuk Yang Mana?

Akhir-akhir ini hobi membacaku makin ningkat,,
bagus juga sih, daripada aku bosen n suntuk mikirin ini semua,,
eh terbaca deh blog seorang ahli,,
hmm,,bagus juga sih aku cemplungin di blog aku,,
gpp deh,,itung-itung nambah halaman,,


mahasiswajepang.jpgPada saat menjadi mahasiswa baik di program S1, S2 maupun S3 di Jepang, saya mengalami berbagai proses pembelajaran yang kadang bikin geli kalau mengingatnya sekarang. Proses belajar ternyata membuat jenis dan karakter saya berubah-ubah. Kadang saya nggak sadar dengan ketidakmampuan saya, tapi kemudian kenyataan menyadarkan saya bahwa saya tidak mampu, dan akhirnya setelah saya belajar keras saya jadi sadar apa saja kemampuan saya. Di sisi lain agak sedikit berbahaya ketika saya tidak sadar dengan kemampuan saya. Jadi kayak bunglon dong? Hmm lebih tepatnya bunglon darat ;) . Terus saat ini anda termasuk jenis mahasiswa yang mana? Mari kita lihat bersama.

1. Mahasiswa Yang Tidak Sadar Akan Ketidakmampuannya (Unconsciously Incompetent)

Tahun 1994, kehidupan saya di Jepang di mulai. Saya beserta 14 orang yang lain sekolah bahasa Jepang di Shinjuku, nama sekolahnya Kokusai Gakuyukai. 1 tahun belajar bahasa Jepang, kita berhasil menghapal sekitar 1000 kanji. Kemampuan bahasa Jepang level 1 menurut Japanese Language Proficiency Test alias Nihongo Noryoku Shiken. Kebetulan karena saya senang nggombalin orang ngomong, percakapan bahasa Jepang saya cukup terasah (pera-pera). Di Kokusai Gakuyukai, kita juga diajari pelajaran dasar untuk Matematika, Fisika dan Kimia. Ini juga nggak masalah. Kurikulum Indonesia yang padat merayap plus rumus-rumus cepat ala bimbel :D , membuat soal-soal jadi relatif mudah dikerjakan. Karena saya newbie di dunia komputer, padahal harus masuk jurusan ilmu komputer, saya beli komputer murah untuk saya oprek. Newbie? yah bener, saya gaptek komputer waktu itu. Saya kerja keras, saya bongkar PC, saya copoti card-cardnya karena pingin tahu, sampe akhirnya rusak hehehe. Terus nyoba mulai install Windows 3.1. Lebih dari 3 bulan, tiap malam saya keloni terus itu komputer, jadi lumayan mahir lah. Tahun 1995, masuk ke Saitama University dengan sangat PD dan semangat membara :) . Nah pada tahap ini saya sebenarnya masuk ke jenis mahasiswa yang tidak sadar akan ketidakmampuannya. Dikiranya semua sesuai dengan yang dibayangkan dan diangankan.

2. Mahasiswa Yang Sadar Akan Ketidakmampuannya (Consciously Incompetent)

Masuk kampus, ternyata bekal kanji 1000 huruf nggak cukup. 1000 kanji itu level anak SD atau SMP di Jepang. Saya perlu lebih dari 30 menit untuk membaca 1 halaman buku textbook pelajaran, padahal orang Jepang hanya perlu 2-3 menit :( Kemahiran percakapan juga nggak banyak menolong karena mahasiswa Jepang membentuk grup-grup. Saya satu-satunya mahasiswa asing di Jurusan, nggak kebagian teman, meskipun sudah kerja keras tegur sapa, ngajak kenalan, nanya jam, nanya mata pelajaran, dsb. Matematika, Fisika, dan Kimia sebenarnya mudah, hanya masalahnya karena Kanji terbatas, kadang saya nggak ngerti yang ditanyain apa. Jadi kadang saya kerjasama dengan mahasiswa Jepang disamping saya, dia ngerti apa yang ditanyain, tapi nggak bisa ngerjakan. Sebaliknya saya nggak ngerti yang ditanyain, tapi sebenarnya bisa ngerjain … hehehe. Untuk praktek di lab komputer, ternyata semua pakai terminal Unix (Sun), sama sekali nggak ada mesin yang jalan under (Microsoft) Windows. Yang pasti, harus sering mainin command line di shell, untuk ngedit file hanya bisa pakai emacs, browsing hanya bisa pakai mosaic, laporan harus pakai latex, buat program harus pakai bahasa C atau perl (CGI) untuk yang berbasis web. Kenyataan membuat saya sadar akan ketidakmampuan saya :) .

3. Mahasiswa Yang Sadar Akan Kemampuannya (Consciously Competence)

Karena sadar bahwa banyak hal yang ternyata saya belum mampu, yang saya lakukan adalah belajar keras. Saya kurangi tidur, saya perbanyak baca, perbanyak beli buku, beli kamus elektronik, banyak diskusi dengan teman-teman mahasiswa Jepang. Saya mulai banyak bermain-main dengan Linux dan FreeBSD di rumah untuk kompatibilitas dengan tugas kampus. Nyambung internet dengan dialup, mulai belajar mengelola server, mulai membuat program kecil-kecilan dengan bahasa C dan Perl. Banyak kerja part time, mulai dari nyuci piring, interpreter, code tester dan programmer. Saya mulai aktif di dunia kemahasiswaan, baik di dalam kampus maupun di luar kampus, termasuk ikut mengurusi Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang sampai pernah terpilih jadi ketua umumnya. Knowledge dan skill di kampus terasah, experience dan manajemen keorganisasian juga terasah. Alhamdulillah saya mulai banyak punya teman Jepang, kadang makan bareng, main bareng atau ngoprek komputer bareng di asrama mereka. Untuk menambah ilmu kadigdayaan (sebenarnya sih untuk keperluan kerja part time ;) ), saya menambah peliharaan komputer di apartemen dengan Apple Macintosh dan beberapa Unix machine.

Tahun pertama dan kedua terlewati dengan baik, nilai lumayan dengan nuansa penuh kegembiraan. Saya berusaha semaksimal mungkin “menjual” kemampuan saya, baik dalam bentuk jasa alias sebagai interpeter, lecturer, programmer, software engineer, maupun dalam kemasan produk software yang saya buat (sistem informasi rumah sakit, sistem informasi periklanan, web application, network management system, dsb). Alhamdulillah saya sudah bisa mandiri dan mendapat banyak pengalaman dan keuntungan finansial mulai tahun ketiga kehidupan saya di Jepang, sehingga akhirnya saya putuskan menikah “dini” supaya lebih tenang, aman dan sehat ;) . Nah pada masa ini jenis saya adalah semakin sadar akan kemampuan saya :) .

4. Mahasiswa Yang Tidak Sadar Akan Kemampuannya (Unconsciously Competence)

Saya banyak ngejar kredit di tahun 1 dan 2, dengan harapan bisa tobikyu (loncat tingkat), meskipun saya kemudian nggak minat lagi karena ternyata di Jepang kalau kita loncat langsung ke program Master (S2), ijazah S1 nggak diberikan oleh Universitas. Resiko besar kalau saya balik Indonesia tanpa ijazah S1, urusan birokrasi pemerintahan (PNS) akan merepotkan, apalagi kalau nanti nyalon jadi walikota semarang, bisa kena pasal ijazah palsu … hehehe. Akhirnya tingkat 3 kuliah banyak kosong (sudah terambil di tingkat sebelumnya). Part time juga saya lebih selektif, hanya di bidang garapan saya saja, yang bisa kerja remote dan lebih bebas waktunya. Tidak ada lagi tempat untuk kerja kasar nyuci piring atau angkat karung. Saya terpaksa ambil mata kuliah jurusan lain untuk menjaga ritme kampus. Meskipun kadang ditolak professor pengajar, karena saya ambil mata kuliah semacam combustion, teknologi pendidikan, sistem tata kota, dsb yang nggak ada hubungan dengan computer science. Akhirnya karena keasyikan ngambil kredit, nggak sadar kelebihan kredit. Total terambil 170 kredit, padahal syarat lulus S1 hanya 118 kredit :D.

Sehari hampir 18 jam di depan komputer, kecuali tidur sekitar 6 jam, tugas kampus juga saya kerjakan dengan baik. Akhirnya masuklah saya ke masa, “nggak ngerti lagi mau ngapain di Internet” :D . Saya mulai suka iseng dan banyak aktif di dunia underground dengan berbagai nama samaran. Saya kadang membuat program looping tanpa stop untuk mbangunin admin kampus, alias men-downkan server karena overload CPU dan memori. Kadang nge-brute force account teman untuk ambil passwordnya, sehingga bisa baca email-email cintanya ;) . Sampai akhirnya saya pernah kena skorsing 3 bulan karena ngecrack account professor-professor di kampus. Nah di masa ini, saya berubah jenis sebagai mahasiswa yang nggak sadar bahwa punya kemampuan untuk berbuat negatif dan merusak kestabilan kampus :) .

Di sisi lain, saya banyak mendapatkan knowledge di Universitas, formal language dan automata, software project management, software metrics, requirement engineering, dsb yang pada saat dapat kita mikirnya ini nanti dipakai dimana yah :) . Tapi ternyata semua itu bekal yang cukup berguna ketika harus masuk ke dunia industri dan menggarap project-project yang lebih riil. Kondisi seperti ini juga termasuk dalam posisi yang tidak sadar akan kemampuannya :)

Bagaimanapun juga mahasiswa sebaiknya di arahkan untuk menjadi jenis ke-3, yang sadar akan kemampuannya dan menggunakan kemampuannya untuk hal-hal positif. Kalaupun ada mahasiswa yang dengan skillnya terjebak tindakan negatif, pembimbing ataupun dosen juga harus bijak mensikapi. Bagaimanapun juga ini semua adalah proses belajar dan proses pematangan diri. Sebagai tambahan, 4 hal diatas diformulasikan orang dan terkenal dengan nama teori Experiential Learning. Lalu anda termasuk yang mana? Silakan dijawab sendiri.

Yang paling penting, apapun jenis anda, jangan pernah menyerah dan tetap dalam perdjoeangan!!


by Romi Satria Wahono

9 Manfaat Yoga Untuk Anak

img
Dok. : Thinkstock
Jakarta - Stress dan rasa lelah tak hanya dirasakan oleh orang dewasa. Anak-anak pun bisa terserang rasa negatif tersebut. Dengan latihan yoga, anak-anak menjadi lebih rileks serta dapat menjadi lebih aktif.

Yoga adalah serangkaian teori dan praktek yang dikembangkan dari India. Praktek Yoga menitikberatkan pada penyatuan pikiran, tubuh dan jiwa, serta membangkitkan koneksi antara manusia dan lingkungannya. Yoga pada intinya bertujuan untuk membantu seseorang untuk merasakan kebahagiaan, kebebasan dan pencerahan.

Latihan postur dan meditasi tidak hanya dapat dilakukan oleh orang dewasa, umumnya dari segala kalangan usia dapat mengikuti yoga untuk mengarahkan energi dan menemukan keseimbangan dalam hidup. Tak terkecuali anak-anak mereka bisa diikut sertakan dalam kelas yoga.

Anak-anak jaman sekarang, selalu disibukan dengan aktivitas yang cukup padat. Mulai dari kegiatan sekolah, ekstrakurikuler, les hingga PR dari sekolah. Kegiatan-kegiatan tersebut dapat membuat mereka stres, kurang konsentrasi dan merasa kelelahan. Berikan keseimbangan dalam hidup anak-anak dengan mengikutkan mereka latihan yoga, karena yoga bermanfaat untuk fisik, mental dan spritual.

Dengan yoga, anak-anak diberikan metode yang sangat diperlukan dalam menangani situasi sulit, seperti menghadapi perubahan tubuh dan tuntutan hidup. Yoga memiliki banyak manfaat, oleh karena itu yoga dapat dimulai sejak usia dini.

Beberapa manfaat yoga pada anak:

1. Membangun fondasi untuk hidup sehat dan sejahtera pada anak.
2. Bermanfaat untuk membantu pertumbuhan mental dan fisik.
3. Anak-anak dapat menggunakan teknik ketenangan yoga saat mereka berhadapan dengan situasi yang berhubungan dengan jadwal dan kegiatan yang padat dan mempunyai masalah dengan teman sekolahnya.
4. Meningkatkan kelenturan, kekuatan, fleksibilitas, koordinasi dan kesadaran tubuh.
5. Melatih anak lebih mengenal diri dan kebutuhannya dan mampu mengendalikan emosinya dengan baik.
6. Meningkatkan konsentrasi anak dalam belajar.
7. Meningkatkan ketenangan dan mengurangi ketegangan pada dirinya.
8. Membuat anak memiliki kehidupan spiritual yang kuat sesuai dengan falsafah yoga, yakni selalu mengutamakan alam dan keseimbangannya.
9. Meningkatkan kepercayaan diri bagi anak.

Berbeda dengan gerakan yoga untuk orang dewasa, gerakan yoga anak-anak lebih dikreasikan seperti permainan yang atraktif. Gerakannya biasanya diungkapkan dalam bentuk cerita seperti dongeng. Latihannya pun didukung dengan iringan musik yang sesuai jalan cerita.

Biasanya Anak yang berusia minimal empat tahun sudah dapat mengikuti kelas yoga. Jenis yoga yang diajarkan adalah pose latihan atraktif, misalnya dengan melakukan story telling (mendongeng).

Dari dongeng itulah pose-pose akan diajarkan. Misalkan ketika bercerita tentang kebun binatang. Anak-anak akan diajarkan bergaya seperti macan, pohon, anjing, gajah, ular cobra.

Anak tidak diharuskan bersikap yoga sempurna karena struktur tulangnya masih belum kuat untuk melakukan pose normal. Pose yang sempurna baru akan diajarkan pada usia sembilan tahun ke atas, dimana kondisi tubuhnya sudah siap.

Frekuensi latihan untuk anak - anak disarankan berlatih yoga sebanyak dua sampai tiga kali seminggu. Bagi anak untuk usia 4 - 8 tahun cukup 30 menit sekali. Saat ini sudah banyak studio yoga untuk anak-anak. Salah satunya adalah Studio Yoga Light yang berada di selatan Jakarta.

by:

Riska Wandira - wolipop

"MARAH KEPADA TUHAN"

Banyak lagu rohani yang liriknya berbicara tentang kebaikan Tuhan.
Memuja Tuhan karena Dia baik; bahkan amat baik. Tentu itu benar.
Namun, kita masih boleh bertanya tentang pernyataan bahwa Tuhan itu
baik. Baik kepada siapa? Tuhan itu dipuji sebagai Allah yang baik,
tetapi baik kepada siapa? Kebanyakan jawabannya adalah: kepada saya.
Lantas, bagaimana jika Tuhan baik kepada orang lain? Bahkan, baik
kepada orang yang menurut kita tak pantas menerima kebaikan Tuhan?

Kisah Yunus menjawabnya, melalui sikap sang nabi itu sendiri. Yunus
marah_marah kepada Tuhan. Yunus tidak dapat menerima bahwa Tuhan
baik kepada Niniwe; kota jahat yang bertobat itu. Malapetaka urung
dijatuhkan. Yunus sungguh kesal, marah, dan protes keras sampai
minta mati (ayat 3,8,9). Namun, Tuhan sabar mengajar Yunus. Pelan-
pelan ia menyadarkan nabi itu. Kisah Yunus mengajar kita tentang
kebaikan Tuhan dalam cakrawala yang lebih lebar. Kebaikan Tuhan
tidak hanya untuk saya, tetapi juga untuk Anda, untuk dia, untuk
mereka. Tuhan itu baik bagi semua orang.

Ingat cerita anak sulung yang marah ketika adiknya si bungsu pulang
disambut bapanya dengan kebaikan (Lukas 15:28)? Itulah gambaran
sikap kebanyakan orang, termasuk orang kristiani. Yakni, kerap
merasa dirinya saja yang layak menerima kebaikan Tuhan. Dan "membuat
daftar" tentang orang-orang yang tak pantas menerima kebaikan Tuhan.
Akibatnya, jika sesama diberkati atau menerima kebaikan di hidupnya,
ia gelisah dan marah. Belajarlah melihat kebaikan Tuhan kepada orang
lain juga, sebab Dia baik kepada semua orang_PAD

SIAPA PUN DAPAT DIGANJAR KEBAIKAN DALAM HIDUP INI KARENA TUHAN ITU BAIK KEPADA SEMUA ORANG

7 Manfaat Menangis Buat Kesehatan

7 Manfaat Menangis Buat Kesehatan

Manfaat Menangis Buat Kesehatan

Menangis ternyata ada manfaatnya loh? Kalo kelamaan menangis emang bisa bikin mata merah en bengkak. Tapi menangis dan mengeluarkan air mata juga bisa jadi obat ajaib yang berguna buat kesehatan tubuh dan pikiran. Masa seh? berikut 7 manfaat menangis buat kesehatan.

Ada beberapa alasan manusia untuk menangis:

1. Menangis karena kasih sayang dan kelembutan hati.
2. Menangis karena rasa takut.
3. Menangis karena cinta.
4. Menangis karena gembira.
5. Menangis karena menghadapi penderitaan.
6. Menangis karena terlalu sedih.
7. Menangis karena terasa hina dan lemah.
8. Menangis karena mengikut-ikut orang menangis.
9. Menangis untuk mendapat belas kasihan orang.
10. Menangis orang munafik == pura-pura menangis.

Berikut 7 manfaat menangis untuk kesehatan yang bisa kamu dapatkan setelah menangis dan mengeluarkan air mata.

1. Membantu penglihatan

Air mata ternyata membantu penglihatan seseorang, jadi bukan hanya mata itu sendiri. Cairan yang keluar dari mata dapat mencegah dehidrasi pada membran mata yang bisa membuat penglihatan menjadi kabur.

2. Membunuh bakteri

Tak perlu obat tetes mata, cukup air mata yang berfungsi sebagai antibakteri alami. Di dalam air mata terkandung cairan yang disebut dengan “lisozom” yang dapat membunuh sekitar 90-95 persen bakteri-2 yang tertinggal dari keyboard komputer, pegangan tangga, bersin dan tempat-2 yang mengandung bakteri, hanya dalam 5 menit.

3. Meningkatkan mood

Seseorang yang menangis bisa menurunkan level depresi karena dengan menangis, mood seseorang akan terangkat kembali. Air mata yang dihasilkan dari tipe menangis karena emosi mengandung 24 persen protein albumin yang berguna dalam meregulasi sistem metabolisme tubuh dibanding air mata yang dihasilkan dari iritasi mata.

4. Mengeluarkan racun

Seorang ahli biokimia, William Frey telah melakukan beberapa studi tentang air mata dan menemukan bahwa air mata yang keluar dari hasil menangis karena emosional ternyata mengandung racun.

Tapi jangan salah, keluarnya air mata yang beracun itu menandakan bahwa ia membawa racun dari dalam tubuh dan mengeluarkannya lewat mata.

5. Mengurangi stres

Bagaimana menangis bisa mengurangi stres ? Air mata ternyata juga mengeluarkan hormon stres yang terdapat dalam tubuh yaitu “endorphin leucine-enkaphalin” dan “prolactin.”

Selain menurunkan level stres, air mata juga membantu melawan penyakit-2 yang disebabkan oleh stres seperti tekanan darah tinggi.

6. Membangun komunitas

Selain baik untuk kesehatan fisik, menangis juga bisa membantu seseorang membangun sebuah komunitas. Biasanya seseorang menangis setelah menceritakan masalahnya di depan teman-2′nya atau seseorang yang bisa memberikan dukungan, dan hal ini bisa meningkatkan kemampuan berkomunikasi dan juga bersosialisasi.

7. Melegakan perasaan

Semua orang rasanya merasa demikian. Meskipun kamu didera berbagai macam masalah dan cobaan, namun setelah menangis biasanya akan muncul perasaan lega.

Setelah menangis, sistem limbik, otak dan jantung akan menjadi lancar, dan hal itu membuat seseorang merasa lebih baik dan lega. Keluarkanlah masalah di pikiranmu lewat menangis, jangan dipendam karena kamu bisa menangis meledak-ledak.

Nah,, dengan mengetahui 7 manfaat menangis buat kesehatan, jadi kalo kamu pengen nangis, menangislah bila harus menangis karna kita semua manusia.. ?? Luapkan semua perasaan sedih atau marah kamu dengan menangis. Hokeehh..!! Selamat menangis ria yah.. :)

Tuesday, May 25, 2010

TERJERAT KEJAHATAN SENDIRI

Kompas, 16 Januari 2010, memuat berita tentang pemalsu uang yang
tertangkap di Kuala Lumpur. Pria ini tertangkap setelah memberi tip
selembar uang 500 dolar AS (senilai 4,6 juta) pada pelayan hotel.
Pelayan hotel yang merasa beruntung segera menukarkan uang itu.
Akhirnya, si penukar uang segera memanggil polisi untuk menangkap
sang pemberi tip. Sebab, pecahan tertinggi dolar AS adalah 100,
bukan 500! Dari pria itu, polisi menemukan uang palsu senilai 66
juta dolar!

"Dosa orang jahat bagaikan perangkap yang menjerat orang itu
sendiri," demikian peringatan Amsal 5:22, dalam versi Bahasa
Indonesia Sehari-hari (BIS). Tak selamanya korban kejahatan adalah
orang lain. Ada saat di mana kejahatan menjerat pelakunya sendiri.
Mengapa? Karena dalam tindak kejahatan tersimpan benih penghancuran
diri pelakunya. Sejenak, pelaku kejahatan tampak kuat. Namun, benih
penghancuran itu akan tumbuh.

Haman adalah contoh nyata di Alkitab. Rasa bencinya pada bangsa
Yahudi menjadikannya jahat. Dan, ia menuai hasil kejahatannya. Ia
sendiri terperangkap. Semakin orang berbangga dengan kejahatannya,
semakin dekat ia dengan kehancurannya. Inilah yang menimpa sang
pemalsu uang di atas. Kejahatannya menghasilkan kebodohan yang
menghancurkan pelakunya sendiri.

Apakah kita sedang merancangkan hal jahat? Berhentilah sebelum
kejahatan itu menghancurkan diri sendiri. Memang ada saat-saat di
mana kejahatan seolah-olah tampil perkasa, menggoda kita terlibat di
dalamnya. Namun, kejahatan takkan bertahan selamanya, karena Allah
masih bertakhta. Maka, daripada merencanakan kejahatan, mari
berpihak pada kebenaran, yakni Allah sendiri --WAP

DI BALIK SETIAP TINDAKAN KEJAHATAN TERSIMPAN BENIH KEHANCURAN PELAKUNYA

TERJERAT KEJAHATAN SENDIRI

Kompas, 16 Januari 2010, memuat berita tentang pemalsu uang yang
tertangkap di Kuala Lumpur. Pria ini tertangkap setelah memberi tip
selembar uang 500 dolar AS (senilai 4,6 juta) pada pelayan hotel.
Pelayan hotel yang merasa beruntung segera menukarkan uang itu.
Akhirnya, si penukar uang segera memanggil polisi untuk menangkap
sang pemberi tip. Sebab, pecahan tertinggi dolar AS adalah 100,
bukan 500! Dari pria itu, polisi menemukan uang palsu senilai 66
juta dolar!

"Dosa orang jahat bagaikan perangkap yang menjerat orang itu
sendiri," demikian peringatan Amsal 5:22, dalam versi Bahasa
Indonesia Sehari-hari (BIS). Tak selamanya korban kejahatan adalah
orang lain. Ada saat di mana kejahatan menjerat pelakunya sendiri.
Mengapa? Karena dalam tindak kejahatan tersimpan benih penghancuran
diri pelakunya. Sejenak, pelaku kejahatan tampak kuat. Namun, benih
penghancuran itu akan tumbuh.

Haman adalah contoh nyata di Alkitab. Rasa bencinya pada bangsa
Yahudi menjadikannya jahat. Dan, ia menuai hasil kejahatannya. Ia
sendiri terperangkap. Semakin orang berbangga dengan kejahatannya,
semakin dekat ia dengan kehancurannya. Inilah yang menimpa sang
pemalsu uang di atas. Kejahatannya menghasilkan kebodohan yang
menghancurkan pelakunya sendiri.

Apakah kita sedang merancangkan hal jahat? Berhentilah sebelum
kejahatan itu menghancurkan diri sendiri. Memang ada saat-saat di
mana kejahatan seolah-olah tampil perkasa, menggoda kita terlibat di
dalamnya. Namun, kejahatan takkan bertahan selamanya, karena Allah
masih bertakhta. Maka, daripada merencanakan kejahatan, mari
berpihak pada kebenaran, yakni Allah sendiri --WAP

DI BALIK SETIAP TINDAKAN KEJAHATAN TERSIMPAN BENIH KEHANCURAN PELAKUNYA

"BELAJAR PADA MURAI"

Burung-burung yang beterbangan secara liar memang tidak menabur dan
menuai. Namun, pemeliharaan Tuhan terus mereka alami, sebab mereka
bekerja keras sepanjang hari. Sebuah penelitian terhadap aktivitas
kehidupan burung menemukan fakta bahwa burung murai, sebagai contoh,
setiap hari bangun dini hari pukul 2.30 dan mencari makan hingga
larut pukul 21.30. Jadi, setiap hari mereka bekerja selama 19 jam.
Tak cuma itu. Burung murai bolak-balik ke sarangnya hingga sekitar
200 kali sehari, demi memberi makan anak-anaknya.

Berapa lama kita bekerja dalam sehari? Apa yang kita tabur, itulah
yang kita tuai. Kita tidak dapat berpangku tangan dan berdoa meminta
Tuhan menurunkan berkat-Nya dari langit secara ajaib. Ada bagian
yang harus kita kerjakan dan Tuhan akan mengerjakan bagian-Nya.
Semangat dan keuletan burung murai justru menjadi teladan indah bagi
kita. Diam berpangku tangan dan tidak melakukan apa-apa hanya
mendatangkan kesia-siaan. Namun, ketika kita berusaha, maka berkat
Allah akan mengikuti kita.

Yang penting adalah, sekeras apa pun kita berusaha memenuhi
kebutuhan, kita mesti selalu mendahulukan Kerajaan Allah dan
kebenarannya (ayat 33); mendahulukan nilai-nilai kekudusan dan
kebenaran yang Allah tetapkan, melandasi setiap karya dan kerja
dengan kasih, dan sebagainya. Sebab justru di situlah kunci berkat
itu berada. Ketika Dia menjadi yang utama, maka pemeliharaan-Nya
akan ditambahkan dengan murah hati kepada kita. Sebab ketika kita
ada di jalan-Nya, apa pun yang kita usahakan pasti akan Dia
berkati_ENO

TUHAN YANG MEMBERKATI ADALAH TUHAN YANG TERUS BEKERJA
MAKA KITA YANG RINDU DIBERKATI JUGA HARUS GIAT BEKERJA

"SUPERHERO"

Seorang anak autis naik ke puncak gedung berlantai tiga di Thailand.
Ibunya panik saat ia berdiri di atas pagar pembatas. Nyaris
terjatuh. Makin didekati, ia makin menjauh. Tiba-tiba ibunya ingat
bahwa anak itu menyukai tokoh Spiderman. Maka, dimintanya petugas
pemadam kebakaran mendekatinya dengan memakai kostum superhero itu.
Hasilnya? Begitu "Spiderman" muncul memanggil namanya, si anak
mendekat. Ia merasa aman dan bangga dilindungi "Spiderman",
superhero andalannya.

Ketika Yusuf memerintah sebagai Raja Mesir, ia menjadi superhero
bagi sanak keluarganya. Di bawah kuasanya, mereka bisa menikmati
hidup makmur di Mesir. Padahal mereka berstatus orang asing. Tidak
ada penduduk Mesir berani protes. Namun, kuasa Yusuf tidak kekal. Ia
bukan superhero sejati. Di usia ke-110, ia sadar ajalnya hampir
sampai. Maka, Yusuf mengingatkan saudara-saudaranya agar tidak
mengandalkan dirinya. "Aku akan mati," jelasnya, "Allahlah yang akan
memperhatikan dan membawamu ke negeri Perjanjian." Hanya Allah
Superhero sejati. Kepada-Nyalah keluarga Yusuf harus menaruh
harapan.

Banyak orang mencari superhero. Anak mendambakan figur ayah yang
kuat. Perempuan mencari suami yang bisa melindungi. Pengusaha
mencari orang kuat untuk menjaga usahanya. Rakyat mencari pemimpin
yang bisa menjamin keamanan dan kemakmuran. Jika Anda menjadikan
orang lain atau diri sendiri sebagai superhero, berhati-hatilah!
Anda pasti kecewa, sebab tak ada orang yang serbabisa. Tak seorang
pun bisa menjadi superhero asli! Lebih baik andalkan Tuhan, Sang
Superhero sejati --JTI

MANUSIA TERHEBAT SEKALIPUN PUNYA KETIDAKMAMPUAN
MAKA JANGAN JADIKAN MEREKA TUHAN

"LIDAH API"

Dalam Perjanjian Lama (PL), kita membaca sejumlah peristiwa yang
menampilkan bagaimana api Allah menyambar dari surga. Misalnya dalam
kisah Nabi Elia. Akan tetapi, pada hari Pentakosta setelah kenaikan
Kristus, Roh Kudus juga turun dalam rupa seperti lidah api. Mengapa?

Menurut Life Application Study Bible, lidah mewakili perkataan, yang
dalam hal ini mengacu pada kabar baik yang kelak disebarkan melalui
pemberitaan para murid. Api melambangkan hadirat Tuhan yang
menguduskan. Api-Nya akan "membakar" perkara-perkara di dalam hidup
kita yang tidak diperkenan oleh-Nya. Selanjutnya, api itu akan
mengobarkan hati kita, sehingga kita dapat bersaksi tentang Dia
kepada sesama. Dalam PL, Allah meneguhkan kebenaran Hukum Taurat
dengan menurunkan api di Gunung Sinai (Keluaran 19:16-18). Pada hari
Pentakosta, Allah meneguhkan pelayanan Roh Kudus juga dengan
menurunkan api. Bedanya, dalam PL api itu hanya turun di satu
tempat, adapun api Roh Kudus turun ke atas setiap orang yang
percaya, para pengikut Kristus, hinggap dan memenuhi mereka.

Turunnya Roh Kudus menandai lahirnya gereja: suatu umat yang
dipenuhi oleh Roh Kudus dan mengemban amanat untuk mewartakan kabar
baik Tuhan Yesus Kristus kepada segala bangsa. Lidah api Roh Kudus
mengingatkan kita akan pentingnya kekudusan hidup dalam pemberitaan
Injil. Hadirnya Roh Kudus juga menggenapi janji Kristus bahwa Dia
tidak akan membiarkan kita sendiri, tetapi juga akan menyertai kita
senantiasa. Roh Kudus akan menolong dan memampukan kita mengemban
amanat-Nya tersebut --ARS

TIDAK AKAN ADA KESAKSIAN HIDUP
TANPA ADANYA KEKUDUSAN HIDUP

"CINTA SEBATAS KULIT"

Di Inggris, para istri atau pacar pemain sepakbola biasa disebut
WAGs (wife and girlfriends). Kehidupan WAGs layaknya selebriti;
pesta-pesta besar pada malam hari, dan belanja di toko-toko papan
atas pada siang harinya. Tidak heran kalau bagi sebagian wanita,
menjadi anggota WAGs adalah sebuah kebanggaan dan impian. Namun, di
balik kemewahan itu sebetulnya tersimpan rasa was-was yang teramat
besar terkait tindak-tanduk sang kekasih.

"Anda harus melakukan segalanya untuk tetap tampil cantik dan prima,
termasuk operasi plastik, agar kekasih atau suami Anda tidak melirik
wanita lain. Karena di luar rumah, mereka akan selalu menghadapi
rayuan dan godaan. Jika sang kekasih kembali ke rumah dan tidak
menemukan kami dalam kondisi sempurna, maka suatu hari nanti ia
tidak akan kembali," demikian pengakuan salah seorang anggota WAGs.

Begitulah kalau cinta hanya sebatas kulit, semata-mata karena hal-
hal lahiriah; sangat melelahkan dan melemahkan karena orang kemudian
akan terus dituntut untuk hidup dalam "topengnya". Juga sangat
rapuh, sebab betapa pun yang namanya "kulit" cepat atau lambat akan
ditelan waktu. Tidak abadi.

Benar, bukan berarti penampilan fisik sama sekali tidak penting.
Tetap penting. Hanya, jangan jadikan itu sebagai satu-satunya alasan
membangun cinta. Seperti kata pepatah, "Jangan mencintai seseorang
karena ia istimewa, tetapi buatlah ia istimewa karena kamu
mencintainya." Hal itulah yang ditampakkan oleh pasangan kekasih
dalam bacaan Alkitab hari ini. Mereka saling berbagi tempat istimewa
di hati masing-masing. Sungguh sebuah cinta nan elok_AYA

BANGUNLAH CINTA DI HATI BUKAN DI KULIT

Friday, May 21, 2010

5 (Perkara) Sebelum 5

Lima perkara tersebut adalah sebagai berikut:

1. "Pergunakan masa mudamu sebelum datang masa tuamu". Masa muda hendaklah dipergunakan sebaik-baiknya untuk mencapai kebaikan, kesuksesan, dan keberhasilan, karena masa mudalah kita mempunyai ambisi, keinginan dan cita-cita yang ingin kita raih, bukan berarti masa tua menghalangi kita untuk tetap berusaha mencapai keinginan kita, tapi tentulah usaha masa tua akan berbeda halnya dengan usaha saat kita masih muda. Maka dari itu masa muda hendaklah diisi dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat hingga tidak menyesal di kemudian hari.
2. "Pergunakan masa luangmu sebelum datang masa sibukmu". Disini kita dianjurkan untuk menghargai waktu, agar bisa diisi dengan hal-hal yang bermanfaaat baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Misalnya, menengok saudara ketika ada kesempatan sebelum kesibukan menghampiri kita, hingga tidak sempat lagi untuk sekedar mengunjungi kerabat.
3. "Pergunakan waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu". Hal ini juga anjuran agar kita senantiasa waspada pada segala kemungkinan yang sifatnya diluar prediksi manusia, seperti halnya sakit. Sakit disini bukan sebatas sakit jasmani, tapi juga sakit rohani. Maka ketika kita sehat jasmani-rohani, hendaknya kita senantiasa mempergukannya untuk hal-hal yang bermanfaat tanpa mengulur-ngulur waktu.
4. "Pergunakanlah waktu kayamu sebelum datang waktu miskinmu". Tidak terlalu jauh berbeda dari penjelasan di atas, ketika kekayaan ada pada kita, baik itu berupa materi atau lainnya, maka hendaknya kita memanfaatkannya sebaik-baiknya, jangan menghambur-hamburkan.
5. "Pergunakan hidupmu sebelum datang matimu". Yang terakhir ini merupakan cakupan dari empat hal diatas. Ketika kita diberi kehidupan maka hidup yang diberikan pada kita itu sebenarnya merupakan kesempatan yang tiada duanya. Karena kesempatan hidup tidak akan datang untuk kedua kalinya. Kehidupan harus dijalani sesuai tuntutan kemaslahatannya.

"MEMBAWA DARAH"

Pengurus pendonoran darah ternyata cukup rumit. Ketika istri saya
memerlukan transfusi darah, empat teman menyediakan diri menjadi
donor. Yang pertama batal karena sedang sakit gigi. Yang kedua tidak
lolos karena berat badan tidak cukup. Yang lain harus mengisi dulu
sederet riwayat kesehatan, baru golongan darahnya dicocokkan.
Setelah darah diambil di PMI, dilakukan uji laboratorium untuk
memastikan darah dalam kondisi sehat. Sampai di rumah sakit, darah
masih diuji silang sebelum ditransfusikan. Semua itu demi kebaikan
dan keamanan si penerima. Ketika membawa dua kantong darah dari PMI
ke rumah sakit, saya berkata kepada teman yang memboncengkan saya,
"Kawan, kita ini membawa kehidupan."

Pengalaman itu menolong saya semakin menghargai nilai darah Kristus.
Yesus Kristus sungguh-sungguh telah mencurahkan darah-Nya di
Golgota. Darah-Nya itu sangat mahal, tidak mungkin dibeli dengan
emas atau perak. Darah-Nya tak bernoda dan tak bercacat, tak
tercemar oleh kuman, bakteri, atau virus, tetapi malah mendatangkan
penebusan dan penyelamatan. Syukurlah, darah yang tak terukur
harganya itu tersedia bagi semua orang berdosa dan cocok bagi setiap
orang yang menerima-Nya oleh iman. Dan, darah-Nya itu mendatangkan
kehidupan baru, kehidupan yang diwarnai oleh kekudusan dan takut
akan Tuhan.

Sebagai salah satu bentuk ungkapan rasa syukur, jika tubuh Anda
dalam kondisi bugar, kenapa tidak mendatangi PMI terdekat dan
mengajukan diri sebagai donor sukarela? Atau, jika karena alasan
tertentu Anda tak bisa menjadi donor, mungkin Anda bisa menjadi
penghubung dari orang-orang yang membutuhkan darah --ARS

DI SALIB ALLAH MEMBUNGKUS HATI-NYA DALAM DAGING DAN DARAH
DAN MEMBIARKAN-NYA DIPAKU BAGI PENEBUSAN KITA_E. Stanley Jones

Thursday, May 20, 2010

Mengecilkan Perut Dengan Makanan Sehat

Mengecilkan Perut Dengan Makanan Sehat

May 18, 2010, Posted by Tim Sportindo at 10:48 am

Mengecilkan perut membutuhkan waktu, tapi jika Anda ingin membakar lemak perut dengan cepat – itu cukup mudah, dengan beberapa penyesuaian kecil, perut Anda akan tampak lebih rata dan ramping. Makanan dan minuman yang sehat dapat membantu membuang kelebihan cairan, mengurangi retensi air dan gas sehingga dapat membantu mengecilkan perut Anda. Berikut adalah jenis-jenis makanan yang baik Anda makan dan yang harus Anda dihindari.

Kecilkan Perut Anda Dengan MUFA

Apakah MUFA itu? MUFA adalah kependekan dari monounsaturated fatty acid (asam lemak tak jenuh tunggal), yaitu lemak nabati yang ditemukan di beberapa makanan terlezat di dunia. Studi menunjukkan, bahwa lemak baik ini dapat meningkatkan kesehatan jantung dan melindungi terhadap penyakit kronis. Penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa diet hebat ini dapat menghilangkan bagian-bagian lemak yang mana sulit dihilangkan termasuk perut Anda!

Minyak – Minyakan

Pilih MUFA Anda: Minyak canola, minyak biji rami, minyak zaitun, minyak kacang, saus pesto, minyak safflower, minyak wijen, minyak kedelai, minyak bunga matahari dan minyak walnut.

Porsi penyajian: 1 sendok makan

Kacang-Kacangan dan Biji-Bijian

Pilih MUFA Anda: Almond, kacang Brazil, mentega kacang mete, selai kacang alami, kacang mete dipanggang kering, kacang tanah digoreng kering, biji bunga matahari dipanggang kering, hazelnut, kacang macadamia, kacang pikan, kacang pinus, kacang pistasi, biji labu panggang, biji bunga matahari, mentega biji bunga matahari, tahini (pasta biji wijen), kacang kenari.

Porsi penyajian: 2 sendok makan

Alpukat

Pilih MUFA Anda: Alpukat

Porsi penyajian: ¼ cangkir

Dan jika Anda ingin mengecilkan perut buncit dan mulai meratakan perut Anda secepatnya, hindari makanan-makanan seperti dibawah ini:

Makanan Tinggi Sodium

Sodium atau garam yang terkandung dalam bumbu atau makanan olahan, bersifat menarik air, sehingga bila Anda mengkonsumsi sodium yang lebih tinggi daripada jumlah yang biasanya, maka Anda akan menyimpan lebih cairan sehingga membuat perasaan lesu, badan terlihat lebih bengkak dan kelebihan berat air.

Makanan Mentah dan Porsi Besar

Setengah cangkir wortel yang dimasak memberikan nutrisi yang sama dengan satu cangkir yang mentah dan hanya membutuhkan sedikit ruang dalam saluran pencernaan Anda. Makanlah sayuran yang dimasak ataupun jus buah alami. Ini akan memenuhi kebutuhan gizi tanpa memperluas saluran pencernaan Anda dengan volume ekstra.

Permen Karet

Anda mungkin tidak menyadari hal ini, tetapi ketika Anda mengunyah permen karet, Anda menelan udara. Semua udara itu terjebak dalam saluran pencernaan Anda dan menyebabkan tekanan, kembung dan perut pun membesar.


from : Denny Santoso

Tuesday, May 18, 2010

MEMBERI DENGAN SENGAJA

Banyak orang di sekitar kita adalah orang miskin. Data pemerintah
mencatat, jumlah orang miskin di Indonesia mencapai 50 juta orang.
Meski demikian, Bank Dunia memperkirakan, setengah penduduk
Indonesia ada di bawah garis kemiskinan. Selain itu semakin banyak
pula fakta tentang betapa sulitnya orang sengaja memberi pada orang
miskin.

Sejak dulu, sebagaimana Alkitab mencatat, bahkan sampai sekarang,
kemiskinan seolah-olah selalu ada di sepanjang sejarah umat manusia.
Dalam kondisi demikian, Tuhan mengajar umat Israel untuk dengan
sengaja menyisihkan pemberian bagi mereka yang miskin. Caranya,
setiap kali panen, mereka tak boleh membiarkan ladang mereka dipanen
habis hingga tak ada yang tertinggal. Dia memerintahkan supaya ada
sisa, yang bisa dipungut orang miskin atau orang asing (ayat 10).

Memberi dengan sengaja, yang ditujukan untuk membantu orang miskin,
sangat penting diperhatikan oleh anak Tuhan. Banyak orang semakin
miskin bukan karena tidak melakukan apa-apa, melainkan karena
semakin banyak orang tidak peduli pada hidup mereka. Kita harus
peduli pada sesama yang berkekurangan, karena Tuhan mengajarkan
bahwa kita hidup tidak hanya untuk kita sendiri, tetapi juga untuk
memikirkan kebutuhan orang lain.

Prinsip memberi seperti orang Israel bisa dilakukan siapa saja.
Petani bisa menyisihkan sekaleng kecil hasil panen. Pedagang bisa
mengambil sebagian dari keuntungan hariannya. Mahasiswa bisa
menyisihkan sebagian uang saku hariannya. Jika setiap orang
melakukannya, alangkah besar hasilnya, yang bisa diberikan kepada
orang-orang miskin di sekitar kita. Mari melakukannya....

Monday, May 17, 2010

MENIKMATI PEKERJAA


Setiap hari, seorang ibu tua menyapu jalan. Dengan seragam lusuh dan
sapu di tangan, dibersihkannya pinggiran jalan berkali-kali. Orang
yang lalu lalang di sana sulit menemukan debu atau daun kering.
Bersih sekali. Walau digaji minim, si ibu bekerja sepenuh hati.
"Saya suka melihat jalanan bersih," katanya, "Senang rasanya melihat
orang merasa nyaman lewat jalan itu!" Ia menemukan kesukaan bekerja,
bukan hanya karena mendapat gaji. Ia sadar pekerjaan itu membuatnya
bisa berkarya bagi sesama.

Banyak orang tidak menyukai pekerjaannya. Waktu bekerja delapan jam
sehari terasa berat karena melakukan tugas yang membosankan.
Pengkhotbah mengajak kita melihat sisi positif dari bekerja. Walau
membosankan, pekerjaan memberi kita upah. Dengan itu kita bisa makan
dan minum (ayat 7), punya pakaian bersih (ayat 8), serta mencukupi
biaya rumah tangga (ayat 9). Upah bekerja memberi kita harga diri
karena bisa mencukupi diri sendiri, tidak bergantung pada orang
lain. Di atas semua itu, bekerja adalah sebuah kesempatan. Orang
mati tak lagi bisa bekerja (ayat 10). Mumpung masih kuat dan sehat,
inilah saatnya berkarya. Pengkhotbah mengajak kita bekerja sekuat
tenaga. Apa pun pekerjaan kita, nikmatilah sama seperti menikmati
makanan dan minuman.

Apakah Anda punya pekerjaan yang halal? Bersyukurlah dan nikmatilah!
Pekerjaan Anda mungkin tidak sesuai dengan keinginan Anda. Namun,
itu tak jadi soal. Ketika bekerja sekuat tenaga dan dengan sepenuh
hati, Anda akan menemukan kepuasan. Bahkan, merasa mantap sebab
bisa menjadi orang yang bertanggung jawab --JTI

CIPTAKAN KETERBEBANAN SAAT BEKERJA
ANDA AKAN BEKERJA KERAS TANPA MERASA DIBEBANI

Saturday, May 15, 2010

jalan memank ga akan pernah bisa mulus untuk mencapai sebuah keinginan untuk dapat merasakan yang namanya bahagia.
well,,itu benar dan gag bisa dipungkiri lagi,,akan ada saja yang menjadi penghalang.
ini bukan kali pertama aku alami dan selalu saja begitu...
tapi,ini gag membuat akuu untuk bisa menyerah dan berdiam begitu saja. Segala usaha kucoba dan bahkan aku harus mengorbankan waktu dan tenagaku demi sebuah kebahagiaan,,tp bukan berarti menghalalkan segala cara...
sering aku jatuh dan terperanjat bahkan terpuruk, hingga aku kadang tak sanggup untuk lepas dan bangkit kembali.
Saat terberat seperti itu, aku slalu berharap ada orang yang bisa aku ajak berbagi, namun sulit dan gag da yang bisa, sampai aku sadar, bahwa DIA lha yang sanggup untuk mendengar semua keluh kesahku, deritaku, tangisku, bahagiaku bahkan semua kegagalan dan sukses yang kuraih..
Aku tau, Tuhan adalah satu-satunya yang dapat aku andalkan dalam hidup ini, meski ada beberapa diantara sekian banyak yang aku kenal, mereka ada yanng care dan sayang ma aku, namun gag slamanya mereka bisa aku andalkan dan bisa aku harapkan,..

"GEMBALA DAN DOMBA"

Perbedaan kultur yang mencolok antara tradisi Yahudi dan Asia
membuat kita sulit memahami peran seorang gembala. Di Indonesia,
sudah lazim jika gembala berjalan di belakang domba-dombanya. Domba-
domba itu dibiarkan mencari makan sendiri. Gembala tak perlu pusing
dengan apa yang terjadi pada mereka. Jika ada bahaya, serangan
binatang buas misalnya, bukan domba yang lebih dulu melarikan diri,
melainkan justru gembalanya.

Ini sangat berbeda dengan para gembala Yahudi yang biasa memikul
tanggung jawab dan berdedikasi tinggi. Ia ada di depan domba-
dombanya, hingga waktu bahaya datang, si gembala yang menghadapinya
dulu. Lihat kisah Daud saat menjadi gembala. Ia gembala yang
berdedikasi tinggi, hingga tiap saat ia harus berhadapan dengan
beruang, singa, atau binatang buas lain, demi melindungi domba-
dombanya.

Gambaran Yesus sebagai Gembala yang baik, harus kita pahami melalui
kacamata tradisi Yahudi. Ini bukan sekadar sebutan, tetapi Yesus
sudah benar-benar melakukannya. Dia bersedia mati demi menyelamatkan
kita, domba-domba-Nya. Harga yang begitu mahal Dia bayar demi
melindungi kita dari kematian kekal. Sebab itu, tak berlebihan jika
Tuhan Yesus kita sebut sebagai Gembala yang baik!

Sudah bisa dijamin, kita memiliki Gembala yang baik. Sekarang,
pertanyaan yang perlu kita jawab, "Apakah kita sudah menjadi domba
yang baik?" Jika kita adalah domba yang baik, tentu kita akan
mengenal suara Sang Gembala. Yakni taat dan menurut apa yang Dia mau
dalam hidup ini. Sangat tidak adil kalau kita hanya menuntut Tuhan
menjadi Gembala yang baik, sementara kita sebagai orang percaya
tidak pernah menjadi domba yang baik

Friday, May 14, 2010

Marcell “Berhenti Berharap”

Dulu ku tak pernah…
Percayakan cinta…
Yang tak..harus memiliki…

Pernah ku paksakan…
Walau tak sejalan…
Meski..ku tau ku salah…

Dan ku..coba melupakanmu…
Karna ku tau kau bukan milikku…

Dan ku..berhenti berharap…
Akan cintamu yang dulu…
Ada di hati…
Dan ku..coba tuk bertahan…
Walau..berat…
Kini ku berhenti berharap…

Kini ku akui…
Hatiku..tak bisa…
Slalu..miliki dirimu…

Pernah ku paksakan…
Walau tak sejalan…
Meski..ku tau ku salah…

Dan ku..coba melupakanmu…
Karna ku tau kau bukan milikku…

Dan ku..berhenti berharap…
Akan cintamu yang dulu…
Ada di hati…
Dan ku..coba tuk bertahan…
Walau..berat…
Kini ku berhenti berharap…
Hooo…uoo…hu..uu..hu…

Dan ku..berhenti berharap…
Akan cintamu yang dulu…
Ada di hati…
Dan ku..coba tuk bertahan…
Walau..walau..berat…
Kini ku berhenti berharap…

Dan ku..berhenti berharap…
Akan cintamu yang dulu…
Ada di hati…
Dan ku..coba tuk bertahan…
Walau..berat…
Kini ku berhenti berharap…berharap…

Dan ku..coba tuk bertahan…

POSISI TERAKHIR

Ketika orang berpisah, posisi terakhir menjadi sangat bermakna. Baik
posisi lokasi maupun sikap tubuh. Seperti kata lagu kenangan tahun
1970-an, Berpisah di Teras St. Carolus. Ada perpisahan di bandara
diiringi pelukan dan isak-tangis. Ada perpisahan di restoran
diwarnai pesta dan gelak tawa. Ada perpisahan di gedung pertemuan
dipenuhi cinderamata dan kata-kata perpisahan. Ada perpisahan di
rumah sakit dalam suasana ikhlas dan doa penyerahan. Posisi terakhir
menjadi bekal selanjutnya bagi pihak-pihak yang berpisah. Itulah
maknanya.

Bagaimana posisi terakhir Yesus saat berpisah dengan murid-murid
sebelum naik ke surga? Lokasinya di luar kota Yerusalem, dekat
Betania. Diduga kuat, di Bukit Zaitun. Bagi Yesus dan para murid,
bukit adalah tempat pengajaran dan pewahyuan. Perpisahan di bukit
menjadi tanda pengutusan bagi mereka untuk mengajar tentang Yesus.
Sikap tubuh Yesus di posisi terakhir adalah "mengangkat tangan dan
memberkati mereka". Dalam penugasan itu, mereka diberkati! Tangan
Yesus yang memberkati, menjadi bekal mereka. Sebuah jaminan
penyertaan kekal!

"Tangan Yesus yang sedang memberkati" itu berlaku bagi kita juga.
Sampai Dia datang kembali di awan-awan (Kisah Para Rasul 1:11). Jika
dalam hidup kita yang terasa adalah "tangan-tangan" yang menekan,
yang teracung menuding, yang meninju dari belakang, yang menampar
dengan hinaan, yang membelenggu dan melempar sampah kepedihan;
ingatlah, itu bukan untuk seterusnya! Sebaliknya, "tangan" yang
menyertai kita sampai kesudahan adalah "tangan Yesus" yang
memberkati. Hitung berkat Anda. Jadikan itu bekal keyakinan dan
kekuatan dalam menjalani hidup ini --PAD

SAAT KAULIHAT TANGAN-TANGAN MENINDIH BERAT
PANDANGLAH "TANGAN YESUS" YANG SEDANG MEMBERI BERKAT