Burung-burung yang beterbangan secara liar memang tidak menabur dan
menuai. Namun, pemeliharaan Tuhan terus mereka alami, sebab mereka
bekerja keras sepanjang hari. Sebuah penelitian terhadap aktivitas
kehidupan burung menemukan fakta bahwa burung murai, sebagai contoh,
setiap hari bangun dini hari pukul 2.30 dan mencari makan hingga
larut pukul 21.30. Jadi, setiap hari mereka bekerja selama 19 jam.
Tak cuma itu. Burung murai bolak-balik ke sarangnya hingga sekitar
200 kali sehari, demi memberi makan anak-anaknya.
Berapa lama kita bekerja dalam sehari? Apa yang kita tabur, itulah
yang kita tuai. Kita tidak dapat berpangku tangan dan berdoa meminta
Tuhan menurunkan berkat-Nya dari langit secara ajaib. Ada bagian
yang harus kita kerjakan dan Tuhan akan mengerjakan bagian-Nya.
Semangat dan keuletan burung murai justru menjadi teladan indah bagi
kita. Diam berpangku tangan dan tidak melakukan apa-apa hanya
mendatangkan kesia-siaan. Namun, ketika kita berusaha, maka berkat
Allah akan mengikuti kita.
Yang penting adalah, sekeras apa pun kita berusaha memenuhi
kebutuhan, kita mesti selalu mendahulukan Kerajaan Allah dan
kebenarannya (ayat 33); mendahulukan nilai-nilai kekudusan dan
kebenaran yang Allah tetapkan, melandasi setiap karya dan kerja
dengan kasih, dan sebagainya. Sebab justru di situlah kunci berkat
itu berada. Ketika Dia menjadi yang utama, maka pemeliharaan-Nya
akan ditambahkan dengan murah hati kepada kita. Sebab ketika kita
ada di jalan-Nya, apa pun yang kita usahakan pasti akan Dia
berkati_ENO
TUHAN YANG MEMBERKATI ADALAH TUHAN YANG TERUS BEKERJA
MAKA KITA YANG RINDU DIBERKATI JUGA HARUS GIAT BEKERJA
No comments:
Post a Comment