Sunday, May 30, 2010

"ALTRUISTIS"

Gajah Mada terkenal dengan Sumpah Palapa yang ia ucapkan. Ia tidak
akan makan buah Palapa sebelum nusantara dipersatukan. Tentu saja
maksudnya bukanlah makan buah Palapa secara harfiah. Sumpah itu
berasal dari sebuah tekad bahwa ia tidak akan bersenang-senang
sebelum cita-cita mempersatukan nusantara tercapai. Gajah Mada
bertekad melupakan kepentingan diri sendiri untuk mengerjakan
sesuatu yang besar bagi negerinya.

Musa adalah orang yang mengutamakan umat yang dipimpinnya lebih dari
diri sendiri. Dalam doanya kepada Tuhan, ia rela kehilangan namanya
di buku kehidupan. Terhapusnya nama Musa bisa berarti kebinasaan
baginya. Namun, ia rela asal Tuhan mengampuni umat Israel yang telah
berdosa kepada Tuhan. Musa melupakan dirinya dan mengutamakan orang
yang dipimpinnya. Dengan sukarela ia mengambil risiko yang besar
untuk kepentingan Israel, yaitu menukarkan keselamatannya dengan
keselamatan Israel. Luar biasa. Sebagai pemimpin, ia justru
menempatkan kepentingannya di belakang kepentingan orang yang
dipimpinnya.

Kebesaran jiwa seperti Musa adalah sebuah watak mulia yang perlu
dimiliki setiap orang kristiani. Manusia pada dasarnya adalah
makhluk yang mementingkan diri sendiri. Ketika seseorang mulai
keluar dari pikiran mementingkan diri sendiri kemudian belajar untuk
berjuang demi kepentingan orang lain, ia adalah orang yang "besar".
Sesungguhnya, jika hari ini kita mulai belajar menerapkan prinsip
mengutamakan orang lain, dunia ini akan semakin dipenuhi manusia-
manusia berjiwa besar --DBS

SEORANG YANG BERJIWA BESAR
ADALAH IA YANG BELAJAR BERJUANG BAGI SESAMANYA

Renungan Harian 28 Mei 2010

No comments:

Post a Comment