Di Inggris, para istri atau pacar pemain sepakbola biasa disebut
WAGs (wife and girlfriends). Kehidupan WAGs layaknya selebriti;
pesta-pesta besar pada malam hari, dan belanja di toko-toko papan
atas pada siang harinya. Tidak heran kalau bagi sebagian wanita,
menjadi anggota WAGs adalah sebuah kebanggaan dan impian. Namun, di
balik kemewahan itu sebetulnya tersimpan rasa was-was yang teramat
besar terkait tindak-tanduk sang kekasih.
"Anda harus melakukan segalanya untuk tetap tampil cantik dan prima,
termasuk operasi plastik, agar kekasih atau suami Anda tidak melirik
wanita lain. Karena di luar rumah, mereka akan selalu menghadapi
rayuan dan godaan. Jika sang kekasih kembali ke rumah dan tidak
menemukan kami dalam kondisi sempurna, maka suatu hari nanti ia
tidak akan kembali," demikian pengakuan salah seorang anggota WAGs.
Begitulah kalau cinta hanya sebatas kulit, semata-mata karena hal-
hal lahiriah; sangat melelahkan dan melemahkan karena orang kemudian
akan terus dituntut untuk hidup dalam "topengnya". Juga sangat
rapuh, sebab betapa pun yang namanya "kulit" cepat atau lambat akan
ditelan waktu. Tidak abadi.
Benar, bukan berarti penampilan fisik sama sekali tidak penting.
Tetap penting. Hanya, jangan jadikan itu sebagai satu-satunya alasan
membangun cinta. Seperti kata pepatah, "Jangan mencintai seseorang
karena ia istimewa, tetapi buatlah ia istimewa karena kamu
mencintainya." Hal itulah yang ditampakkan oleh pasangan kekasih
dalam bacaan Alkitab hari ini. Mereka saling berbagi tempat istimewa
di hati masing-masing. Sungguh sebuah cinta nan elok_AYA
BANGUNLAH CINTA DI HATI BUKAN DI KULIT
No comments:
Post a Comment