Seorang petani memulai usahanya menanam padi di sawah. Untuk itu, dia
membangun saluran irigasi untuk mengairi sawahnya. Pada tahun pertama
setelah dia mulai menanam, dia berhasil mengairi sawahnya dengan baik
sehingga hasil panennya melimpah. Bahkan, bukan hanya sawahnya saja, tetapi
irigasi yang dibangunnya juga turut mengairi sawah lain milik tetangganya.
Tetangganya pun turut menikmati hasil panen yang melimpah.
Tetapi, tak lama kemudian petani itu mulai merasa iri dengan hasil panen
tetangganya. Karena irigasi itu dibangunnya sendiri, dia merasa bahwa dialah
satu-satunya orang yang berhak atas irigasi yang telah dibangunnya. Maka
pada tahun kedua, dia memutuskan untuk menutup saluran air yang mengairi
sawah tetangganya.
Hasilnya? Air dari saluran irigasi tertutup hanya sampai disawahnya saja.
Akibatnya sawahnya dipenuhi terlalu banyak air, yang kemudian menyebabkan
padinya busuk sebelum dipanen dan dia mengalami kerugian besar.
Kisah petani itu sebenarnya adalah kisah kita juga.
Ada banyak orang yang diberkati dengan luar biasa dalam kehidupannya.
Sayangnya, kita sering menjadi tamak dan menghendaki berkat itu semuanya
untuk diri kita sendiri. Akhirnya, kita mulai menahan berkat TUHAN yang
seharusnya kita bagikan kepada orang lain.
TUHAN menghendaki, ketika kita diberkati, maka kita juga harus membagikan
berkat itu kepada setiap orang disekeliling kita.
Bless to bless.
**
No comments:
Post a Comment