Wednesday, March 3, 2010

LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN

Buku Let Me Be A Woman merupakan hadiah pernikahan dari Elisabeth
Elliot untuk putrinya, Valerie. Isinya kumpulan tulisan hasil
pengalaman dan nasihat Elisabeth Elliot mengenai kehidupan keluarga
dan pernikahan. Satu nasihat Elisabeth berkata demikian, "Kau akan
menikah dengan laki-laki, bukan dengan perempuan .. Suatu hari nanti
kamu mungkin akan bertanya (atau meneriakkannya), `Saya tidak yakin
suami saya mengerti saya.' Kamu benar. Mungkin saja ia tidak
mengerti. Sebab ia laki-laki, sedang kamu perempuan." Sebuah nasihat
sederhana. Dan, semua juga sudah tahu, laki-laki dan perempuan
berbeda. Sayangnya, "tahu" saja tidak cukup. Tanpa sadar, laki-laki
dan perempuan kerap saling menuntut.

Allah-lah yang berencana dan menciptakan manusia dalam dua jenis
kelamin yang berbeda. Laki-laki dan perempuan. Itu ide Allah dan
kehendak-Nya. Hanya, sejak dosa ada di dunia, maka rusaklah semua
tatanan Allah termasuk laki-laki dan perempuan. Perbedaan yang
sebenarnya sangat baik berubah menjadi kejengkelan dan kemarahan
tiada akhir. Namun, jika kita hidup di dalam Kristus-mendasarkan
pernikahan kita pada hukum-hukum Kristus, dosa tidak lagi berkuasa.
Kristus memampukan kita untuk memilih dan hidup sesuai dengan
tatanan Allah.

Cara pertama untuk kembali ke tatanan Allah adalah dengan menerima
bahwa laki-laki dan perempuan memang berbeda. Dengan menerima
pasangan kita. Dengan tidak menuntutnya mengerti atau menanggapi
kita seperti sahabat sejenis kelamin kita. Dengan tidak
membandingkannya. Dalam Kristus, laki-laki dan perempuan tidak
diciptakan untuk saling berperang, tetapi untuk bekerja sama -GS

PRIA DAN WANITA BERBEDA AGAR BISA SALING MELENGKAPI
BUKAN UNTUK SALING MENGHANCURKAN

No comments:

Post a Comment