Saya suka tidur dalam keadaan gelap gulita. Lampu kamar saya matikan,
jendela saya tutup dengan tirai, sehingga tidak ada cahaya masuk sama
sekali. Namun, meski mata saya hampir tidak bisa melihat apa-apa saat
itu, jarang sekali saya tersandung sesuatu ketika berjalan di situ.
Sebab saya sudah hafal seluk-beluk kamar saya. Memori inilah yang
menjadi penerang bagi saya dalam kegelapan kamar tersebut.
Hidup manusia juga kadang terasa gelap gulita, seperti yang dialami
oleh Daud dalam perikop Alkitab hari ini. Jiwanya terancam.
Hari-harinya dilalui dengan berat dan penuh kekhawatiran. Ia berdoa,
tetapi Tuhan diam, menyembunyikan wajah-Nya. Dalam situasi demikian,
Daud mengingat kasih setia Tuhan. Berdasarkan pengenalannya akan
Tuhan, Daud yakin bahwa Tuhan tetap setia, bahkan ketika Dia tampak
bungkam. Keyakinan ini memampukannya untuk terus melangkah dalam
kegelapan hidupnya. Terang itu datang bukan dari luar, tetapi dari
dalam.
Sama seperti Daud, hidup kita terkadang juga terasa begitu berat,
bahkan gelap. Berbagai masalah dan kesedihan menekan hidup kita.
Sementara Tuhan, seakan-akan diam saja. Dalam situasi yang demikian,
sama seperti Daud, yang bisa kita lakukan adalah meyakini saja kasih
setia Tuhan. Ingatlah hal-hal di masa lalu ketika kita mampu melihat
kasih setia Tuhan secara nyata. Berdasarkan memori tersebut, yakinkan
diri kita bahwa sama seperti waktu itu, saat ini pun Tuhan tetap
setia. Kesetiaan-Nya ini cukup untuk menjadi sinar yang memampukan
kita melewati masa-masa gelap dalam hidup kita --ALS
Mazmur 13:1-6
JIKA ANDA TIDAK DAPAT MERABA TANGAN-NYA
PERCAYAILAH HATI-NYA --Babbie Mason
No comments:
Post a Comment